Jumaat, Oktober 24, 2014

Pesawat MH135 mendarat cemas di Bali

Pesawat MAS MH135 dari Kuala Lumpur menuju Brisbane terpaksa mendarat cemas di Lapangan Terbang Antarabangsa Ngurah Rai, Denpasar, Bali jam 2.10 petang tadi.

Ini berikutan salah seorang penumpang pesawat yang sarat mengandung telah dalam keadaan kecemasan untuk melahirkan anaknya.

"Penumpang itu diketahui bernama Samual P. Jeyanthi, warga negara Australia yang saat itu tengah dalam perjalanan dari Kuala Lumpur menuju Brisbane, Australia." - Antara

Pihak pengendali lapangan terbang menerima makluman dan menyediakan ambulans bagi menangani hal tersebut.



Jumat, 24/10/2014 14:41 WIB

Penumpang akan Melahirkan, Malaysia Airlines Rute Brisbane Mendarat di Ngurah Rai

I Made Ardhiangga - detikNews


Denpasar - Pesawat Boeing A330-200 milik Malaysia Airlines MAS 135 dari Kuala Lumpur tujuan Brisbane mengalihkan pendaratan ke Bandara Ngurai Rai, Bali. Pilot mengambil tindakan itu karena salah satu penumpang akan melahirkan.

"Malaysia Airlines rute Kuala Lumpur- Brisbane, Australia, request mendarat di Bali jam 14.10 karena emergency situation‎ yakni pasien diduga akan melahirkan," ujar GM Bandara Ngurah Rai Herry A.Y Sikado, Jumat (24/10/2014).

Pesawat tersebut memuat sekitar 178 penumpang. Sebelum mendarat, pilot mengirim pesan "Divert Due to Emergency Situation". Pihak bandara pun langsung menerjunkan sebuah ambulans.

"Sudah kami tangani dan dibawa ke rumah sakit terdekat. Kami belum tahu siapa nama penumpangnya," ujar Sherly.

Elfira Loy bakal kahwini artis Indonesia

Elfira Loy diberitakan akan menikah dengan artis Indonesia, Baim Wong pada penghujung tahun ini. Laporan demi laporan dari berita hiburan di Indonesia menampakkan hal tersebut bukan lagi rahsia di sana. Artis berusia 20 tahun ini yang nama sebenarnya Nurul Elfira Loy, bakal dinikahkan dengan Baim atau nama sebenarnya Muhammad Ibrahim, yang berusia 33 tahun. Apapun, semoga bahagia. 


Foto : detikHOT


Nikahi Elfira Loy Tahun Ini, Baim Wong Siapkan Rumah

Mauludi Rismoyo - detikhot
Kamis, 23/10/2014 17:37 WIB

Jakarta -
Hubungan Baim Wong dengan aktris asal Malaysia, Elfira Loy sudah sangat serius. Setelah mengaku siap menikahi Elfira tahun ini, Baim ternyata juga tengah menyiapkan rumah.

Baim mengatakan, dirinya saat ini memang sedang sibuk mencari rumah baru. Menurutnya rumah itu akan ditinggali setelah ia menikahi Elfira.

"Habis ini mau lihat rumah. Iya rumah baru mau beli, buat masa depan. Insya Allah sama yang kemarin (Elfira), tapi saya tinggalin sendiri dulu," ungkap Baim di Studio AD, TB Simatupang, Jakarta Selatan, Kamis (22/10/2014).

Hingga saat ini, Baim enggan menyebut dirinya berpacaran dengan Elfira. Bermodal kenal dekat selama 4 tahun terakhir, Baim sepertinya sudah sangat yakin dengan wanita yang usianya terpaut 13 tahun lebih muda darinya tersebut. 

"Pastilah serius. Dia baik, keluarganya juga baik, nggak aneh-aneh dan apa adanya," kata Baim.

Khamis, Oktober 23, 2014

Kanak-kanak pulang mengaji diajak sentuh anjing

Satu lagi kegemparan terkuak dari Johor Bahru apabila seorang pengguna Facebook berketurunan Cina memuat naik gambar kanak-kanak yang pulang kelas agama bermain-main dengan anjing pada 20 Oktober lalu.

Dipercayai aktiviti itu dibuat oleh sepasang suami isteri Melayu-Kaukasian dengan 'menghasut' kanak-kanak yang kurang mendapat pencerahan dari ibu bapa ini untuk tampil memegang anjing.

Status yang dimuat naik bersama gambar itu juga menyebut si pemuat naik berasa 'blessed' dengan aktiviti menyenggol pegangan agama Islam dan dipaparkan ke facebook dalam bentuk 'Public'.

Menghairankan, mereka-mereka yang mendesak akta hasutan dihapuskan ini lah seharusnya mereka-mereka yang bermati-matian mempertahankan akta hasutan. Kerana mereka fikir kumpulan majoriti tidak ada apa yang nak di hasut? Kaki hasut pun ramai. Tidakkah jika akta hasutan dihapuskan, mereka-mereka ini yang menerima masalah terlebih dahulu?









Malaysia robohkan binaan di sempadan Sarawak - Kalimantan Barat


Polemik mercu tanda binaan Malaysia yang menjadi isu panas di Indonesia bulan Mei lalu kini berakhir apabila laporan dari media negara sebelah menyebut Malaysia telah merobohkan mercu tanda di kawasan yang menjadi pertikaian persempadanan iaitu di kawasan Tanjung Datu, antara negeri Sarawak dan Kalimantan Barat.

Diberitakan, pihak negara kita telah merobohkan binaan tersebut pada 15 Oktober yang lalu. Seorang ahli akademik yang melobi untuk jawatan Menteri dalam kabinet Jokowi - Jusuf Kalla menyebut, Indonesia perlu menyatakan penghargaan ke atas Malaysia atas semangat setiakawan dan menjadi contoh kepada negara jiran yang lain.

Disamping itu, ahli akademik itu juga menyebut bahawa Malaysia berkemungkinan 'takut' dengan ketegasan Jokowi. Namun kenyataan tersebut mendapat kritikan oleh pembaca portal berita yang melaporkan di sana.

Bongkar Sendiri Mercusuar, Malaysia Patut Diapresiasi

Bukti Malaysia ingin tetap jalin hubungan baik dengan Indonesia.

Kamis, 23 Oktober 2014, 09:51

VIVAnews - Pengamat Hukum Internasional dari Universitas Indonesia (UI) Hikmahanto Juwana menilai, Indonesia patut mengapreasiasi langkah Pemerintah Malaysia yang akhirnya membongkar sendiri mercusuar di Tanjung Datuk, Kalimantan Barat, pada pekan lalu.

Pembongkaran itu juga memastikan bahwa mercusuar tersebut berada di atas landas kontinen Indonesia. 

Demikian kata Hikmahanto yang tertuang dalam siaran pers dan diterima VIVAnews pada Kamis, 23 Oktober 2014. Dia menyebut, keputusan itu telah melalui proses perundingan yang panjang dan survei bersama. 

"Maka berdasarkan Konvensi Hukum Laut 1982, jika Malaysia ingin membangun mercusuar di atas landas kontinen Indonesia, mereka harus memperoleh izin dari Indonesia sebagai negara yang memiliki landas kontinen," kata Hikmahanto.


Kamis, 23/10/2014 08:35 WIB

Malaysia Bongkar Mercusuar, Hikmahanto: Malaysia Tahu Jokowi akan Keras

Andri Haryanto - detikNews

Jakarta - Setelah sempat menjadi perdebatan, akhirnya tiang pancang mercusuar yang dibangun Malaysia di Tanjung Datu, Kalimantan Barat (Kalbar), dibongkar.

Pembongkaran tiang pancang yang berada di landas kontinen Indonesia itu dilakukan sejak 15 Oktober lalu. Sebelumnya, pemerintah sudah melayangkan protes ke pemerintah negeri Jiran terkait pembangunan pancang yang diketahui Indonesia sejak 16 Mei 2014.

"Melalui proses perundingan yang panjang dan survei bersama, kedua negara akhirnya memastikan keberadaan mercusuar tersebut berada di atas landas kontinen Indonesia," kata Hikmahanto Juwana,
Guru Besar Hukum Internasional UI, dalam keterangan tertulis yang diterima detikcom, Kamis (23/10/2014).

Menurut Hikmahanto, berdasarkan Konvensi Hukum Laut 1982, bila Malaysia hendak membangun mercusuar di atas landas kontinen Indonesia maka Malaysia harus mendapat izin dari Indonesia sebagai negara yang memiliki landas kontinen.

Jelang akhir pemerintahan SBY, Panglima TNI telah melakukan ultimatum agar Malaysia merobohkan sendiri pembangunan tersebut. Namun Malaysia tidak menggubris ultimatum tersebut. Kemungkinan Malaysia melihat pemerintahan SBY yang menekankan pendekatan persuasif ketimbang tegas dan keras. Akibatnya pembongkaran tidak kunjung dilakukan.

"Namun menjelang pergantian kepemimpinan dari SBY ke Jokowi barulah Malaysia melakukan pembongkoran," kata Himahanto.

"Kemungkinan Malaysia melakukan hal ini karena tahu pemerintahan Jokowi akan bertindak tegas dan keras terhadap siapapun negara yang menganggu kedaulataan dan kepentingan nasional Indonesia," imbuhnya

BERIKUT PULA ENTRI BLOG INI PADA 21 MEI 2014 YANG LALU :


Malaysia - Indonesia memanas lagi

Dikatakan pihak Malaysia sedang membina mercu tanda di dalam kawasan Indonesia. Akibatnya keadaan menjadi panas di Indonesia apabila rakyatnya mula bereaksi. Apatah lagi amaran-amaran sebelum ini ke atas warga Malaysia yang belajar di sana tidak pernah sampai ke mata dan telinga rakyat negara ini dek kerana sikap sesetengah kita yang enggan membuka deria bagi mengenalpasti ancaman yang mungkin.

Pernah ada ugutan-ugutan dari samseng-samseng di Indonesia yang akan memberi mudarat kepada warga Malaysia di sana lanjutan krisis Malaysia - Indonesia sebelum itu. 

Pembunuhan pelajar keturunan India dari Malaysia di Yogyakarta beberapa ketika lalu sehinggalah perbuatan rogol berkumpulan dan cubaan bunuh ke atas pelajar Malaysia di Bandung beberapa hari lalu bagaikan telah memberikan tanda. 

Namun apa yang pasti, masih ada mata kepala di negara ini yang tidak mahu blog ini terus menyajikan maklumat dari sana. Sehinggalah ketika andai keadaan memanas, baharulah mereka tercari-cari duduk berdiri segala punca. 


Rabu, 21/05/2014 09:44 WIB

Ini Titik Mercusuar Malaysia di Wilayah Sengketa yang Didatangi Kapal TNI

Rachmadin Ismail - detikNews

Jakarta - Malaysia berencana membangun mercusuar di kawasan perairan sengketa. TNI pun bergerak cepat dengan mengirim kapal perang untuk memantaunya. Ini titik tempat pembangunan tersebut.

Sesuai keterangan Kapuspen TNI Mayjen Fuad Basya, lokasi pembangunan berada di titik koordinat 02.05.053 N-109.38.370 E Bujur Timur, atau sekitar 900 meter di depan patok SRTP 1 (patok 01) di Tanjung Datu, Kalimantan Barat. 

Di google maps, bisa diketahui titik koordinat tersebut (tanda panah hijau). Posisinya memang berada di lautan di sebelah utara taman nasional Tanjung Datu (ditandai dengan ikon bulat hijau).


Ini punca Rosmah senggol Najib


Menurut seorang rakan yang mengikuti perlantikan Joko Widodo sebagai Presiden Indonesia ke 7 secara langsung di salah satu siaran TV Indonesia di Jakarta, insiden senggol oleh Rosmah Mansor ke atas Najib Razak berlaku apabila Najib Razak sedang terlalu asik berbual dengan wakil dari negara lain sehinggakan tidak menyedari namanya disebut oleh pengacara majlis.

Menyedari Najib Razak tidak menghiraukan namanya disebut akibat terlepas dengar, maka isterinya memberi senggolan yang terakam oleh TV dan menjadi jenaka tanpa usul periksa di tanah air.

Ternyata Rosmah merupakan seorang isteri yang prihatin. Hehe.

Selasa, Oktober 21, 2014

Program "Saya Mahu Membela Babi" bagi meningkatkan pendapatan

Mengetahui daging babi haram dimakan, tetapi jika darurat boleh makan alas perut tanpa melampaui batas, serta mengambil contoh 'Hudud' hanya untuk orang Islam,  dan haram makan babi adalah cuma kepada orang Islam, tidak mustahil satu hari nanti program ini akan diperkenalkan oleh orang Islam kepada orang Islam pula. Untuk menambah pendapatan katanya.

Yelah. Yang membela cuma membela. Yang makan bukan Islam. Kemudian akan ada pihak lain pula bersuara. Deyy. Orang Hindu tarak makan lumbu. Tapi ada bela kasi jual sama Melayu juga?

Dah. Hanyutlah dalam pluralisme justifikasi. Bibitnya bermula dari mana? Bukankah program sentuh hanjeng seperti kelmarin?

Eleh, pegang babi boleh samak. Kalau pegang perempuan bukan muhrim? Kalau anjur Oktoberfest? Argumentasi perbandingan durian atas epal seperti itu akan pasti keluar dari macai liberal.

​*Bahan sendaan semata-mata*