Selasa, September 18, 2012

Wujudkan Hentian Bas Ekspres Ipoh Selatan


Diberitakan bahawa Terminal Bas Ekspres Meru Raya yang akan menjadi stesen bas ekspres Ipoh yang utama, telah pun siap sepenuhnya. Perpindahan stesen dari Medan Gopeng ke Meru Raya diwawarkan bermula pada Julai 2012 namun tertangguh itu, nampaknya akan mula berlangsung.





Tetapi, ini menyukarkan penduduk-penduduk di selatan bandaraya ini untuk menaiki bas bagi tujuan antara bandar. Andai kata bas ekspres masih lagi keluar melalui Simpang Pulai dan meredah kesesakan Gunung Rapat, Ipoh Garden dan memintas Jalan Kuala Kangsar  untuk ke Meru Raya, tiada gunalah pula stesen bas baru dan moden itu di bina bersebelahan dengan Lebuhraya Utara Selatan.

Solusi mudah ialah dengan pembinaan hentian jika tidak terminal bas yang baru di kawasan Ampang Baru, atau lebih tepat, selepas Plaza Tol Ipoh Selatan di sekitar jejambat jalanraya Ampang Baru - Tambun.

Dari sinilah pengguna di selatan, tenggara dan timur bandaraya Ipoh boleh turun atau naik bas ekspres yang datang atau bertujuan ke selatan terutamanya Kuala Lumpur.

Perlu diingatkan bahawa saban hujung minggu hampir 10,000 warga Ipoh yang bekerja di Kuala Lumpur akan pulang ke Ipoh pada hari Jumaat sebelum pulang semula ke Kuala Lumpur pada hari Ahad menggunakan pengangkutan awam sehingga pada hari-hari tersebut adakalanya perkhidmatan keretapi elektrik ETS dan bas-bas ekspres sekalipun tidak dapat menampung bilangan penumpang.

Pembinaan hentian bas selatan ini juga boleh dijadikan manfaat sebagai kawasan R & R khusus di kawasan penanaman limau bali dan boleh dijadikan R & R Tambun dan dengan ini juga perkhidmatan bas Perak Transit antara Stesen Keretapi - Hentian Ampang - Meru Raya dan juga sebaliknya boleh juga diwujudkan.

Ini merupakan eksploitasi besar ke atas prasarana jalan bebas tol Ampang - Jelapang yang dibina dengan kos RM250 juta oleh kerajaan pusat yang dilihat bakal turut memberi manfaat kepada penduduk di sepanjang Lebuhraya Utara Selatan antara lain Ampang, Tambun, Ipoh Garden, Tasek dan Kg. Tawas.





Lagi Kes Tembak Mati Penjahat Indonesia Disensasikan


Susulan 4 perompak warga Indonesia yang ditembak mati selepas menyerang polis di Ipoh, ia mendatangkan komen-komen negatif nasionalis babi buta Indonesia yang teguh membela perompak-perompak keluaran negara mereka. Ia lanjutan dari paparan media mereka yang kemaruk sensasi.
Sabtu, 15/09/2012 16:35 WIB

Kemenakertrans: 4 WNI yang Ditembak Mati di Malaysia Terlibat Kriminal

Danu Damarjati - detikNews
Jakarta Kemenakertrans menegaskan 4 orang WNI yang ditembak mati polisi Malaysia terlibat kasus kriminal. Keempatnya bukan merupakan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang terdaftar di BNP2TKI.

"Kalau TKI itu dilindungi UU Ketenagakerjaan termasuk MoU, tapi kalau WNI dan dia tertangkap perkara kriminal itu harus tunduk pada hukum Malaysia seperti yang terjadi pada empat orang yang tertembak ini. Tidak ditemukan bukti sama sekali apakah orang-orang itu adalah TKI, tidak ada asuransi dan sebagainya. Mereka adalah WNI yang kebetulan tersangkut perkara kriminal,"
tegas Staf Khusus Menakertrans, Dita Indah Sari, kepada wartawan dalam diskusi di FX Plaza, Jakarta, Sabtu (15/9/2012).

Kemenakertrans kini sedang mendalami perilaku kriminal yang dituduhkan. Kemenakertrans, menurut Dita, selama ini mendampingi WNI yang terlibat kasus kriminal di Malaysia.

"Kalau memang itu terjadi maka yang paling penting kita lakukan adalah memastikan agar WNI diberi pengetahuan situasi dan keadaan di Malaysia. Ada empat tindakan kejahatan yang hukumannya mati yaitu narkoba, pembunuhan, penyelundupan senjata api ilegal, dan penculikan. Kalau terjadi tindak kriminal terkait ini tentu perwakilan kita di sana akan lakukan pembelaan, kita bisa dampingi di pengadilan," katanya.

Dita berharap semua pihak baik di eksekutif maupun legislatif tidak reaktif menyikapi persoalan ini. "Saya minta pejabat negara baik eksekutif maupun legislatif sebelum ada kejelasan agar tidak memobilisasi kemarahan publik," katanya.

Ketua BNP2TKI Jumhur Hidayat menambahkan bahwa empat WNI tersebut bukan TKI yang secara resmi dikirim ke Malaysia. Bahkan salah seorang di antaranya adalah mantan tahanan kasus kriminal.

"Mereka itu bukan TKI kalau TKI kan orang mau kerja kalau itu kan sudah beberapa hari mondar-mandir. Kita kan punya data. Mereka itu orang Indonesia yang punya niat lain dayang ke Malaysia dan ada rekaman sidik jari pernah dihukum 5 tahun penjara karena pernah merampok dan sebagainya. Kita tidak boleh membela orang yang melakukan kriminal,"tegasnya.

Sebelumnya empat WNI tewas ditembak Polisi Malaysia karena merampok seorang WN Jepang. Empat WNI yang dimaksud berinisial MY, TA, AR dan satu lagi belum didapatkan identitasnya. Peristiwa pengejaran yang berujung penembakan ini terjadi pada 7 September 2012 lalu.

Senin, 17/09/2012 22:55 WIB

WNI Ditembak Polisi Malaysia

Hasil Autopsi Tunjukkan Organ Tubuh Jony Masih Utuh

Agus Siswanto - detikNews
Batam, Osnan dan Jony, dua jenazah WNI yang tewas ditembak polisi Malaysia karena terlibat perampokan, tiba di kampung halamannya di Batam. Kedatangan dua jenazah disabut tangis istri dan keluarga korban termasuk warga yang berbondong-bondong menyaksikan kedatangan jenazah. 

Salah satu warga, Moody mengatakan jenazah Osnan langsung dimakamkan di pemakaman Sei Panas Batam sementara jasad Jony akan diautopsi ulang di RS Otorita Batam malam ini," katanya di rumah duka keluarga korban, Senin (17/9/2012) malam.

Sementara keluarga dan kerabat korban Jony berharap hasil autopsi dapat menunjukkan organ tubuh korban masih utuh. Pasalnya beredar kabar, organ tubuh Jony dicuri. 

"Saya pengin pastikan kalau organ tubuh suami saya masih utuh di tubuhnya," ujar Devi, istri Jony saat diwawancarai terpisah.

Autopsi jasad Jony dipimpin dokter Arief dari Mabes Polri dan dibantu dokter Novita, yang biasa bertugas sebagai dokter di Polda Kepulauan Riau. Autopsi terhadap Joni dimulai sejak pukul 20.00 WIB sampai pukul 21.35 WIB.

"Kita sudah melakukan autopsi selama kurang lebih satu setengah jam, dan hasil otopsi kita lakukan terhadap organ tubuh masih utuh dan tidak ada yang hilang," ujar dokter Arief.

Sejumlah keluarga juga tampak puas mendengar penjelasan hasil autopsi tersebut. Rencananya besok pagi jenazah akan di makamkan di pemakaman Sei Panas Batam.