Isnin, Ogos 10, 2015

IKEA Sweden kalah perebutan nama dengan 'IKEA' Surabaya di Indonesia



Keputusan Mahkamah Agung di Indonesia yang memenangkan syarikat berasal dari Surabaya dalam sengketa penggunaan nama IKEA dengan syarikat antarabangsa IKEA, penjual hiasan rumah terkenal, menjadi bahan jenaka di Indonesia.

Rata-rata mereka tidak faham bagaimana IKEA yang telah wujud sejak 1943 itu boleh kalah kepada pengeluar perabot dan barangan kegunaan rumah dari Surabaya tersebut.

Mereka juga mendakwa ia adalah ciri keterbelakangan pengetahuan para hakim ataupun ia menampakkan kurangnya integriti pihak yang memutuskan tersebut.

Untuk rekod, sebelum ini seorang peniaga pernah berjaya mendapat perintah mahkamah untuk melarang penggunaan perkataan 'kopitiam' yang didakwa milik perniagaannya.

Minggu 09 Aug 2015, 17:21 WIB

Orang Terkaya di Dunia Kalah, Merek IKEA Dimiliki Pengusaha Surabaya

Andi Saputra - detikNews
Jakarta - Mahkamah Agung (MA) menolak kasasi IKEA dan menguatkan putusan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus). Alhasil, merek IKEA kelas 20 dan 21 dimiliki oleh perusahaan asal Surabaya, PT Ratania Khatulistiwa.

Berdasarkan website Mahkamah Agung (MA) yang dikutip detikcom, Minggu (9/8/2015), kasus bermula saat PT Ratania Khatulistiwa menggugat IKEA ke PN Jakpus dan meminta merek IKEA dihapus. Gayung bersambut. PN Jakpus mengabulkan permohonan PT Ratania Khatulistiwa.

"Dalam pokok perkara, mengabulkan gugatan Penggugat," putus majelis PN Jakpus yang diadili oleh ketua majelis hakim Lidya Sasando Parapat dengan anggota majelis Robert Siahaan dan Rochmad.

Vonis yang diketok pada 17 September 2014 menyatakan penghapusan pendaftaran merek IKEA atas nama Tergugat dengan Nomor Pendaftaran IDM000277901 tanggal pendaftaran 27 Oktober 2010 untuk kelas barang 20 dari Daftar Umum Merek Direktorat Jenderal HAKI dengan segala akibat hukumnya. Majelis PN Jakpus juga menghapus merek IKEA untuk kelas barang 21.

Kelas barang 20 adalah barang antara lain perabot rumah, cermin, bingkai gambar, benda dan lainnya. Adapun kelas 21 adalah barang antara lain perkakas atau wadah untuk rumah tangga, sikat dan sebagainya.

Tidak terima dengan putusan ini, IKEA lalu mengajukan kasasi. Tapi apa kata MA?

"Menolak permohonan kasasi Inter IKEA System BV," ucap majelis hakim yang diketuai Syamsul Maarif. Dalam putusan yang diketok pada 12 Mei 2015 ini, duduk sebagai hakim anggota yaitu Abdurrahman dan I Gusti Agung Sumanatha.

Lantas, siapakah IKEA itu? IKEA merupakan akronim dari 4 kata yaitu Ingvar, Kamprad, Elmatayd dan Agunnaryd dan disingkat IKEA. Ingvar nama pendiri perusahaan, Kamprad nama keluarga pendiri, Elmatyrad nama pertanian tempat Ingvar Kamprad beranjak dewasa dan Agunnaryd adalah nama kelompok gereja Ingvar menjadi anggotanya.

Dalam perjalanan bisnisnya, Ikea sejak 1943 telah mengantongi registrasi merek di 75 negara lebih dengan 1.300 item sertifikat merek. Produknya tersebar di berbagai negara seperti Canada, Jerman, Israel, Swiss, Singapura, Swedia, Portugal, India, Malaysia, Mesir, Inggris, Afrika Selatan, Perancis, Jepang, Selandia Baru dan Indonesia. Atas keberhasilannya membangun kerajaan bisnis, Ingvar masuk sebagai salah satu orang terkaya di dunia. Sejajar dengan Bill Gates, Warren Buffet dan Li Ka-Shing.

Di Indonesia, IKEA telah membuka gerainya yang sangat luas di Alam Sutera, Tangerang, Banten. Adapun PT Ratania Khatulistiwa, berdasarkan websitenya, www.ratania.com, perusahaan itu beralamat di Jalan Greges 17A, Kecamatan Aserowo, Surabaya.(asp/try)

Peniaga kacang putih hospital Ipoh dan media sosial Facebook


Media sosial Facebook ternyata menjadi 'tandas awam' terbaik untuk golongan beragenda mengencing puak berminda sempit kerana dengan mudahnya mereka akan tertipu dan menyebarkan pula penipuan itu.

Terbaharu kelmarin kecoh kisah wanita peniaga kacang putih di Hospital Raja Perempuan Bainun yang dikatakan dianiaya oleh penguatkuasa Majlis Bandaraya Ipoh.

Berbagai kecaman keras dilemparkan pengguna media sosial ke atas tindakan tersebut hanya berdasarkan penyampaian maklumat tidak jelas oleh pemuat naik yang terdiri dari laman-laman popular yang menyerah kepada khalayak untuk menilai. Menilai? Hahaha.

Pengguna Facebook Malaysia jumud dan keterbelakangan pemikiran mereka jauh diatasi Singapura dan Indonesia dalam menilai sesuatu yang tidak dilihat dengan mata kepala sendiri.

Jika mereka itu bagus, mereka tentu sedar tidak mungkin penguatkuasa mahu mencampak dagangan peniaga ke atas jalan di mana itu akan mengotorkan kawasan jagaan mereka.

Malah penguatkuasa MBI yang menyaman letak kereta leluasa juga tidak bertindak apa-apa, hanya buat bodoh, apabila dimaki hamun oleh pemilik kereta yang mental ketika di saman. Apatah pula peniaga selemah itu.

Akhirnya ramai saksi mata yang tampil mendakwa peniaga tersebut mengamuk dengan melempar dagangannya ke jalan kerana diminta untuk tidak berniaga di kawasan tersebut kerana tidak mempunyai permit dan mengganggu urusan keluar masuk di kawasan hospital yang sememangnya sesak.

Jenis manusia pelempar komen nista begini tak mungkin akan berpusu memadam komen mereka semula. Lalu kebodohan mereka dipertinggalkan begitu sahaja untuk diperlihatkan. Mungkin saja mereka tidak mampu untuk mencari semula komen mereka untuk dipadam. Itulah bagaimana parahnya dunia media sosial hari ini.

Keterkebelakangan intelektualiti ini telah menjadi-jadi malah jika ditegur, tanpa segan silu mereka akan memaki kita kembali.




Kapal minyak ke Langkawi pula hilang

Sebuah kapal tangki milik Singapura yang dalam perjalanan dari Tanjong Pinang, Indonesia ke Langkawi membawa muatan minyak mentah bernilai RM2.8 juta telah hilang pada Sabtu malam.

Namun kapal tersebut ditemui berhampiran Pulau Rupat, sebuah pulau berseberangan dengan Melaka, dengan muatan minyaknya hilang lewat malam tadi.

Kegiatan lanun Indonesia dalam merampas kapal semakin menjadi-jadi kebelakangan ini dan amat menghairankan apabila pihak berkuasa di sana mampu menahan nelayan asing, dan menenggelamkan bot mereka, tetapi tidak mampu mengatasi masalah lanun dalam negara mereka sendiri.

Untuk rekod, sebuah kapal minyak bermuatan petrol milik Malaysia yang hilang beberapa bulan lalu di perairan Indonesia berhampiran Singapura ditahan oleh pihak berkuasa Vietnam bersama lanun-lanun warga Indonesia.

Minggu 09 Aug 2015, 23:48 WIB

Kapal Tanker Singapura yang Hilang Ditemukan Tanpa Muatan Minyaknya

Yudhistira Amran Saleh - detikNews

Foto: marinetraffic.com
Jakarta - Sebuah kapal tanker yang membawa 3.500 ton bahan bakar minyak mentah dilaporkan hilang tadi malam, Sabtu (8/8/2015). Kapal yang berlayar dari Tanjung Pinang, Indonesia ke Langkawi, Malaysia hari ini sudah ditemukan, namun tidak bersama dengan kargonya.

Seperti dilansir dari Bernama, Minggu (9/8/2015), kapal milik Singapura dengan nama MT Joaquim ini ditemukan 14 mil sebelah timur dari Pulau Rapat, Indonesia. Kapal tersebut dilepaskan oleh perompak yang membajaknya pada pukul 08.55 WIB.

"Sebanyak 10 orang kru kapal dinyatakan selamat, namun kami meyakini bahwa kargo senilai RM 2,8 juta telah disita oleh perompak," ujar Wakil Direktur Jenderal Operasi Maritim Malaysia Datuk Ahmad Puji Ab Kahar.

Pada jumpa pers hari ini, pihak maritim Malaysia menerima laporan bahwa ada kapal hilang sekitar pukul 09.30 waktu setempat. Setelah itu, operasi pencarian dan penyelamatan segera diluncurkan.

Kapal Kargo sekitar pukul 23.00 WIB, dilaporkan terlihat di Pelabuhan Tanjung Pinang. Kapal itu sebenarnya dijadwalkan tiba di Langkawi pada dini hari tadi.(yds/imk)