Seorang ustaz yang dipercayai memberi dakwah menentang ajaran sesat di Jawa Tengah didapati telah dibunuh oleh si ketua dan 14 pengikut ajaran sesat tersebut dan ditanam di kebun ubi milik sang ketua ajaran sesat tersebut.
Tidak menghairankan jika kita lihat hari ini di negara ini sendiri telah berlaku 'pembunuhan' ke atas ustaz-ustaz sebuah parti yang cuba mengembalikan perjuangan Islam ke atas parti tersebut lantaran telah korup akibat ketamakan ke atas sekelumit kuasa oleh pemimpin-pemimpin yang 'kesesatan'.
Kamis, 23/08/2012 06:45 WIB
Pembunuh Ustad yang Tewas di Kebun Milik Pimpinan Aliran Sesat Ditangkap
Jakarta Polisi berhasil menangkap pembunuh Ustad Endin yang ditemukan tewas di kebun milik pemimpin aliran sesat. Polisi menangkap 14 orang termasuk sang pemimpin aliran sesat, Sumarna, dan keponakannya, Ridwan.
"Telah dilakukan penangkapan terhadap 14 orang pelaku pembunuhan Ustad Endin dan masih melakukan pengembangan penyelidikan dengan penangkapan saudara Ridwan (keponakan saudara Sumarna) di Purwokerto, Jateng (saat ini sudah tiba di Sukabumi," kata Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Martinus Sitompul, dalam pesan singkat yang diterima detikcom, Rabu (23/8/2012) malam.
Martinus menjelaskan, hasil penyidikan Polres Sukabumi, menunjukkan bahwa Ustad Endin dibunuh oleh Sumarna dan pengikutnya. Kemudian jenazah sang ustad dikuburkan di kebun belakang rumah Sumarna.
"Penyidikan Polres Sukabumi terungkap bahwa Ustad Endin telah dibunuh oleh saudara Sumarna dan pengikutnya pada hari Selasa 14 Agustus 2012 sekitar pukul 21.00 WIB, serta dikuburkan di belakang rumah saudara Sumarna," paparnya.
Polisi menemukan jenazah Ustad Endin di kebun singkong yang berjarak sekitar 500 meter dari rumah Sumarna. "Pada pukul 20.00 WIB hari Minggu tanggal 19 Agustus 2012 dilakukan pembongkaran mayat dan ditemukan Ustad Endin di kebun singkong yang berjarak kurang lebih 500 meter di belakang rumah saudara Sumarna. Korban ditemukan dalam posisi terlungkup menggunakan celana pendek, kaos dan jaket hitam dalam keadaan mulai membusuk." terang Martinus.
Sebelumnya Sesosok mayat ditemukan di kebun milik seorang pimpinan sebuah aliran sesat di Cisalopa, Bojong Tipar, Jampang Tengah, Sukabumi. Mayat itu diyakini sebagai seorang ustad yang menentang aliran keyakinan yang dipimpin oleh Sumarna.