Rabu, Februari 15, 2012

Anwar Gagal. Rakyat Indonesia Mula Puji Malaysia

Nampaknya, sejak Anwar menunjukkan sikapnya yang sebenar (pro-Israel) dan tidak mempedulikan Palestin, khalayak di Indonesia mula merubah persepsi mereka terhadap Malaysia. Walaupun detiknews dikira pro-Anwar (kerana tiada berita Anwar di WSJ yang pernah tersiar), namun niat mereka memperlihatkan keburukan Malaysia di mata rakyat Indonesia dalam isu penghantaran pulang penghina Nabi dari Arab Saudi mengundang reaksi sebaliknya. Malaysia dipuji pembaca kerana bersikap tegas. Anwar merancang, Allah tentukan.

Dikecam Soal Deportasi Penghina Nabi Muhammad, Malaysia Membela Diri

Rita Uli Hutapea - detikNews
Senin, 13/02/2012 16:54 WIB
Kuala Lumpur - Pemerintah Malaysia dikecam karena mendeportasi jurnalis Arab Saudi yang terancam dipancung karena menghina Nabi Muhammad lewat Twitter. Namun Malaysia membela keputusannya. ( ita / nrl )

bukannickabout 5 hours ago
salut buat malaysia. Anda kali ini bersikap benar

iwaabout 7 hours ago
HAM LAGI....HAM LAGI.....!!! PALESTINA tuh urusin.... banyak yg di rebut hak-hak nya, :"nyawa,keluarga,sampai tanah kelahirannya" ....mana kicauan dari kaum HAM....(HAMpimpa.....Gambreng)

S. Akmal1 day ago
Itu baru tegas pejabat negaranya yang tidak takut HAM, kalau di Indonesia untuk para koruptor sulit sekali untuk dijatuhi hukuman MATI, takut sama HAM - HAM.

bluegaz1 day ago
malay emang tegas. itu yang dimiliki pemimpin indon. makanya jgn sirik klo mereka maju. pemimpin indo banci semua. mikir dirinya sendiri

Wong Katrok1 day ago
klo dia datangnya keindonesia mungkin selamat soalnya indonesia ngk setegas malaysia.....

wipershadoq1 day ago
bagus, pemerintah malaysia dengan tegas bilang bahwa mereka bukanlah tempat transit yang aman bagi buronan luar negeri...tidak seeprti di Indonesia....semua silakan masuk..

Listio Wuryanto1 day ago
Alhamdulillah, terima kasih pemerintah malaysia, begitulah seharusnya pemerintah harus menghukum orang yang selayaknya dapat hukuman gantung alias pancung di arab saudi

Purnamawati Kadir1 day ago
Sangat setuju dg Malaysia,tidak boleh seorangpun menghina nabi Muhammad SAW .Semoga Hamza Kashgari di * Allah SWT.

Mafluch Ngliryf1 day ago
MANTAB MALAYSIA...SE7 BANGETTT..... HAM...HAM...HAM ....MAKAN TUH! HAM.... HAM MBAHMU!

Gusti Perbatasari1 day ago
setuju hukum pancung, salut buat pemerintah Malaysia yang tegas...

Sofier Al Hammett1 day ago
kali ini gw dukung loe malaysia, loe emg teges ga mau didikte gak kayak indon yg ga punya pendirian n gak jelas di kancah dunia...

ridwanalisodiq13 Feb 2012 18:43:58 WIB
hebat malasyia jngn prdulikn ocehan yg mngatas nmkn HAM * kucing...udh jls\" itu penistaan agama msh di bl...dsr loee...

seal55513 Feb 2012 17:57:16 WIB
Salut dng pemerintah Malaysia yg tegas, utk urusan ini saya setuju 100% dng Malaysia. Gak usah peduli dng kelompok HAM dsb. Sudah jelas tuh orang menghina nabi Muhammad saw. Ibarat pepatah, mulutmu harimau-mu. Jadi siapa yg berani berbicara sembarangan tanggung sendiri akibatnya.

Prio13 Feb 2012 17:11:29 WIB
mantab semoga si bemo bisa kaya pemimpin malaysia

android13 Feb 2012 17:16:46 WIB
good job Malaysia. organisasi HAM tak jauh beda dri * - * neraka, dia menjunjung hak tnpa menjunjung apa sbnarnya kewajibn manusia.

Lala My13 Feb 2012 17:03:36 WIB
salut buat malaysi, seandaynya saja negara kami memiliki Menteri Dalam Negeri Malaysia Hishammuddin Hussein,.. mungkin saja dunia dalam genggaman indonesia

Don Alejandro13 Feb 2012 17:01:54 WIB
Salut buat pemerintah Malaysia yg tegas

galang-0513 Feb 2012 17:01:32 WIB
Malaysia is the best....maju terus jgn hiraukan kicauan para * ...teriak lantang tentang HAM, tp sejatinya pelanggar HAM berat...

Orang Islam Sokong Pakatan Rakyat Akidahnya Macammana Pula?

Media kesayangan Anwar, Washington Post melabel Malaysia cakap tak serupa bikin kerana menghantar pulang lelaki yang menghina Rasulullah SAW pulang ke negaranya. Lebih jijik, Washington Post tidak pula menyiarkan kenyataan Menteri Dalam Negeri soal 'negara ini tidak menyediakan tempat persembunyianbuat pesalah di gara asal yang lari masuk.'

KUALA LUMPUR, Feb 15 — Malaysia has been labelled a “champion of double-talk” by the Washington Post after deporting Saudi Arabian blogger Hamza Kashgari to face allegations of insulting Prophet Muhammad, a crime punishable by death in the oil-rich kingdom.

In an editorial yesterday, the US newspaper scolded Malaysia for sending the 23-year-old newspaper columnist back home after he fled to Kuala Lumpur, despite local human rights lawyers obtaining a court order barring his return to Riyadh.

“His persecution has been facilitated by another champion of double-talk, the government of Malaysia, which claims to respect the rule of law but bundled Mr Kashgari onto a private Saudi jet Sunday in spite of a court order prohibiting his deportation,” the leading American daily wrote.

Malaysian authorities previously denied that the courts had barred the deportation of the writer, despite the High Court ruling handing Kashgari’s lawyers such an order.

A copy of the order obtained by The Malaysian Insider showed the court ordered that “any act of deportation against the applicant is suspended until Tuesday 14.2.2012 or until the completion of the final hearing of a habeas corpus application, of which the hearing date will be determined on 14.2.2012 at 9.30am.”

Datuk Seri Hishammuddin Hussein denied on Monday the existence of such an order and suggested that the claim was made up.

But the home minister, the Malaysian government and two other respondents filed a preliminary objection yesterday against Kashgari’s habeas corpus application that will be heard on February 22.

The columnist is seeking an order for him to be brought before the Malaysian court to be charged, Bernama Online reported.

Kashgari fled Saudi Arabia last Thursday after being accused of insulting Islam and Prophet Muhammad, through his postings in the microblogging website Twitter on February 4. He deleted his postings the next day.

According to the Washington Post, Kashgari, a supporter of the Arab Spring that toppled autocrats in Egypt, Libya and Tunisia, had sent out tweets on the Prophet’s birthday addressing him as an equal.

Kashgari has since apologised but was still detained upon arrival in Riyadh on Sunday night and charged with blasphemy.

The crime is punishable by execution under Saudi Arabia’s strict interpretation of Islamic syariah law. It is not a capital crime in Malaysia.



Teman nak tanya, 'Islam-islam kayu' yang mendokong Pakatan Rakyat masih beria-ia mempertahankan tindakan peguam-peguam mereka membela lelaki ini? Mati lebih baik bagi komer. Tak hairanlah kadar kemalangan jalanraya meningkat sebab itu mungkin cara-caranya menunjukkan mati lagi baik bagi mereka.

Selasa, Februari 14, 2012

Isu Malaysia Hantar Pulang Penghina Nabi Kecoh Di Indonesia


Dikecam Soal Deportasi Penghina Nabi Muhammad, Malaysia Membela Diri
Rita Uli Hutapea - detikNews
Senin, 13/02/2012 16:54 WIB

Kuala Lumpur - Pemerintah Malaysia dikecam sejumlah pihak karena mendeportasi jurnalis Arab Saudi yang terancam hukuman mati karena menghina Nabi Muhammad lewat Twitter. Namun pemerintah Malaysia membela keputusannya itu. Ditegaskan bahwa Malaysia bukan tempat persembunyian bagi para buronan.

"Jangan lihat Malaysia sebagai negara transit yang aman atau tempat persembunyian bagi mereka yang diburu oleh negara asal mereka," tegas Menteri Dalam Negeri Malaysia Hishammuddin Hussein pada konferensi pers di Kuala Lumpur.

"Saya tak akan berkompromi. Jangan pikir Anda bisa datang dan keluar Malaysia begitu saja. Jangan pernah memandang Malaysia sebagai negara transit yang aman," imbuhnya seperti dilansir AFP, Senin (13/2/2012).

Hamza Kashgari, jurnalis Saudi tersebut, ditahan di Malaysia setelah kabur dari negaranya. Pria tersebut ditangkap setibanya di Malaysia. Pemuda berumur 23 tahun itu pergi meninggalkan Saudi karena khawatir akan keselamatan dirinya usai menuai kemarahan publik lewat kicauannya di Twitter.

Postingannya di Twitter, yang bertepatan dengan Hari Maulud Nabi belum lama ini, dianggap menghina Nabi Muhammad. "Saya mengasihi hal-hal tentang Anda dan saya membenci hal-hal tentang Anda dan ada banyak yang tidak saya mengerti tentang Anda. Saya tak akan berdoa untuk Anda," demikian kicauan Kashgari.

Di Saudi, tindakan menghina Nabi Muhammad bisa diancam dengan hukuman pancung.

Kelompok-kelompok HAM sebelumnya mencetuskan, mendeportasi Kashgari sama dengan menghukum mati. Malaysia pun sempat didesak untuk membebaskan Kashgari. Namun pria muda itu dipulangkan ke negeri asalnya pada Minggu, 12 Februari lalu.

Malaysia tak memiliki perjanjian ekstradisi resmi dengan Saudi. Tak ayal, deportasi itu pun menuai kecaman dari kelompok-kelompok HAM.

Organisasi Human Rights Watch mencetuskan, deportasi itu merupakan kegagalan pemerintah Malaysia untuk menghormati hak-hak standad manusia. "Dan jika dia menghadapi eksekusi di Arab Saudi, berarti tangan pemerintah Malaysia akan berlumuran darah," tegas Human Rights Watch.

Jumaat, Februari 10, 2012

Lihatlah! Februari Muncul Kembali, Akhirnya PAS Jilat Punggung DAP

JUMAAT, FEBRUARI 11, 2011

PAS Dimalukan Oleh DAP Lagi!

Teman tak pernah pun terasa nak merayakan Valentine's Day tu. Teman rasa tak ada faedah langsung. Tapi tindakan PAS nak membuat operasi menghalang perbuatan menyambut Hari Kekasih tu macam menunjukkan yang PAS cuba nak bagitahu dunia bahawa mereka itu adalah jaguh dalam menjadi polis moral.

Apakah orang PAS tak dapat mendidik anak mereka masing-masing dengan pengetahuan mencukupi tentang ketidaksesuaian sambutan Hari Kekasih dengan ajaran Islam? Jika PAS cuba menjalankan operasi membanteras sambutan Hari Kekasih sekalipun, PAS masih tidak mampu mendidik ahlinya sendiri supaya menjauhkan diri dari kemungkaran.

Contohnya berzina dalam keretapi. Maka, janganlah berlebihan sangat kerana banyak lagi perkara yang berlaku tanpa mengira tarikh melibatkan akhlak orang Islam di negara ini belum pernah PAS cuba tangani.

Lihat sahaja anak-anak Melayu di Kelantan yang sebilangan mereka menapau arak murah dalam plastik dan mengendongnya ke sana dan sini. Hal yang demikianlah perlu ditangani terlebih dahulu.

Akhirnya, orang-orang Cina mula menyibuk dalam hal ini dan mereka bersatu.

Jumaat, Februari 10, 2012

Jumaat, Februari 10, 2012

Pas dan publisiti murahan.

Setelah menghalalkan penggunaan gitar dengan irama rock tangkap lentoq, Pas menyokong sambutan hari kekasih yang akan jatuh pada 14 feb Selasa depan.

Walaupun tidak menyebut hari valentine Tantawi 100 Ketua pemuda pas ia tetap bersalah kerana mengangkat hari kekasih dalam hujahnya di harakah.

TM tidak rasa terperanjat dengan hujah Tantawi kerana Pemimpin Pas sebenarnya sudah lama sesat dan kurang arif dalam budaya dan amalan Islam.

Kita masih tidak lupa bagaimana bodohnya pemimpin Pas bersama-sama bukan Islam mengadakan majlis Vigil di beberapa tempat seperti di kem tahanan Kamunting. Amcorp Mall. UIAM dan lain-lain tempat.

Tua muda, kecil besar samada haji atau tidak, mereka berbangga dengan perarakan membawa lilin pada malam minggu.

Vigil dan Valentine mempunyai kaitan rapat dengan kristian ortodok dan Pas menjulang budaya ortodok tersebut.

Sah, kini Pas semakin terdesak untuk mencari pengaruh daripada golongan orang muda.


LEBIH BAIK HIDUP TANPA PARTI DARI HIDUP TANPA PEGANGAN!

Melayu DAP Gugusan Manjoi ?



Ini lah kawasan yang sentiasa dimanja-manjakan oleh ahli parlimen Tambun. Hasilnya? Astaghfirullahalazim.

Si celaka yang menyebut 'Melayu macam Babi' dan 'Cibai punya Melayu' di i-City Shah Alam dan ditumbuk terajang oleh seorang pekerja yang tahu bahawa bangsanya besar, agamanya suci, dibela oleh DAP yang membawa perkara ini ke ibupejabat KFC di Kansas.

Melayu-melayu Manjoi yang laknat inilah para pendukung mereka. Melayu-Melayu pemusnah bangsa.

Terima kasih Husni Hanadzlah kerana mencintai Manjoi melebihi kawasan-kawasan lain. Terima kasih juga konco-konco beliau yang akan bersuara menyanggah saya seketika nanti.

Mesej yang hendak disampaikan, inilah hasil miker.