Selasa, Julai 22, 2014

Prabowo tolak keputusan Pilihanraya Presiden Indonesia 2014

Pemilihan Presiden Indonesia 2014 dirundung masalah besar. Calon Presiden yang diambang kekalahan hasil kiraan Quick Count Suruhanjaya Pilihanraya Umum , Prabowo Subianto menyatakan bahawa ia tidak menerima sama sekali hasil Pemilihan Umum tersebut biarpun sebelum ini kedua-dua calon menyatakan kesiapsediaan mereka menerima kekalahan andai tidak memenangi Pemilihan Presiden tersebut.

Berdasarkan Quick Count di hari pemilihan, Hj. Djoko Widodo atau lebih biasa dipanggil Jokowi, (53) dari parti PDIP telah dinilai memenangi pilihanraya presiden tersebut dengan 52.5% undi. Real count yang seharusnya memberi jawapan mutlak pada jam 4 petang hari ini hanya baru selesai mengira 75% undi dengan Jokowi mendahului Prabowo dengan 52.4% undi.

Akibatnya keadaan tidak menentu kembali mencengkam Indonesia apabila calon presiden Prabowo yang dikenali emosional, garang tidak bertempat dan elitis orang-orang kaya yang disokong orang-orang kaya ini kelihatannya kini memboikot pilihanraya opredisen tersebut dengan tuduhan kali ini kononnya Suruhanjaya Pilihanraya Umum melakukan penipuan.


Imej : detikNEWS

Selasa, 22/07/2014 16:27 WIB
Penolakan Prabowo Atas Pelaksanaan Pilpres Langkah Mundur dalam Demokrasi
Nala Edwin - detikNews

 
Jakarta - Sikap Prabowo Subianto yang menolak pelaksanaan Pilpres disayangkan. Ada mekanisme sesuai konstitusi di mana bila Prabowo tak sepakat dengan hasil yang ditetapkan KPU, bisa memilih Mahkamah Konstitusi (MK).

"Penolakan ini sesuatu yang tidak perlu. Mengapa? Seharusnya yang tidak puas dengan rekapitulasi itu membawanya ke MK karena MK tempat penyelesaian sengketa Pilpres. Penolakan ini tidak mendidik dan bisa disebut sebagai langkah mundur demokrasi," jelas Tim Hukum Jokowi-JK, Todung Mulya di Jakarta, Selasa (22/7/2014).

Menurut dia, penolakan terhadap Pilpres di injury time ini sangat disayangkan. Penolakan itu telah melanggengkan polarisasi keterbelahan masyarakat. 

"Saya khawatir luka pilpres ini akan membelah masyarakat," tambahnya.

Todung melanjutkan, Pilpres ini tetap sah karena rakyat sudah menggunakan hak pilihnya. KPU berwenang menyatakan pilpres ini sah. 

"Penolakan ini akan membuat demokrasi Indonesia tercemar. Saya sedih. Rakyat sangat dewasa dlm pilpres ini. Tetapi elite politik malah tidak dewasa. Saya berharap rakyat akan tetap tenang, tidak bergejolak. Saya harap pemetintah akan menjaga demokrasi dan keamanan serta ketertiban rakyat," tegas dia.

Khamis, Julai 17, 2014

TRAGIS! MH17 Amsterdam - KL terhempas di sempadan Ukraine

Pesawat Boeing 777-200 membawa 295 orang dikhuatiri terhempas. Pesawat dijadualkan tiba jam 6:09 pagi di KLIA.

Jumaat, Julai 11, 2014

Cina Indonesia berasa tidak sedap hati

Kaum Cina di Indonesia ternyata berada dalam keadaan 'tidak sedap perut' apabila calon yang rata-rata disokong mereka Joko Widodo belum dipastikan kemenangannya dan Prabowo Subianto acapkali mendakwa dirinya telah memenangi PilPres 2014 9 Julai lalu.

Imbauan tragedi rusuhan pada tahun 1998 membuatkan mereka berhati-hati dan menutup mulut di khalayak umum melainkan hanya berkomentar di laman sosial dan komentar berita internet.


Rusuhan di Jakarta Mei 1998


Ini kerana kebimbangan mereka berlaku kacau bilau sekiranya Prabowo disahkan menang , menyebut, mereka pada saat itu andai ia terjadi pasti akan menjadi sasaran lagi.

Kejadian pada Mei 1998 itu memberi impak besar sehinggakan pilihanraya umum 1999 di Malaysia menyaksikan pengundi Cina memberi sokongan tidak berbelah bahagi kepada Barisan Nasional meski 60% orang Melayu memberi siokongan kepada Anwar Ibrahim yang dipecat pada bulan September 1998, bimbang sebarang peralihan kuasa akan menjangkitkan kacau bilau Jakarta dan Medan ke negara ini.

Walaubagaimanapun pemimpin tertinggi tentera dan penegak undang-undang di Indonesia memberi jaminan keamanan yang dikecapi pada ketika ini akan dipertahankan dan kejadian seperti 1998 tidak akan dibenarkan berulang.

Berikut petikan laporan BBC bertarikh 2 Julai 2014 :

Whoever wins the election, Chinese Indonesians say they hope the new government will bring peace and justice in the future - and that there won't be a return to the past.

Benny Setiono, the co-founder of the Chinese Indonesian organisation INTI, says many in the community fear that security will become an issue once the votes are cast.

"The battle between the two candidates is very tight," he told me. "We are afraid that if the winner is announced and the other won't accept the results, chaos will happen."

"We hope the authorities can prevent it, because in general, whenever there's political chaos, our community always becomes the victims. It's evident throughout Indonesia's history. We have always been targeted."

Ramasamy : Satu-satunya 'pengganas LTTE' yang bebas melakukan kebiadaban di Malaysia

Berikut adalah petikan artikel dari blog ini yang menjelaskan kaitan Prof. Ramasamy dengan pengganas Tamil Eelam. Sehingga hari ini, orang ramai masih memberi muka kepada pengganas yang bernaung di bawah DAP ini:
Selasa, Mei 26, 2009
Bahaya TKM II Pulau Pinang Sebagai Barua Besar LTTE Di Malaysia
Berikut adalah Surat Terbuka dari Persatuan Keamanan, Penyatuan dan Hak Asasi Manusia Sri Lanka (SPUR) yang berpusat di Australia.
Stop LTTE infiltration of Malaysia before it's too late
Posted by Wanni Operation in Thursday, March 26th 2009


Topics: Articles, News, OpinionTags: Dravidasthan, LTTE, Malaysia, Tamil Diaspora
Malaysia stands as a strong nation state in the international community thanks to the indefatigable efforts of farsighted national leaders. Malaysia was able to withstand internal as well as external challenges to its sovereignty and its territorial integrity as building a strong nation was the key policy platform of Malaysians. The country was determined to defeat movements attempting to carve out ethnic enclaves and also groups which took to violence to derail Malaysia's path to progress.


Today, Sri Lankan political leaders as well the vast majority of the population are engaged in militarily defeating the LTTE, and presently this group of terrorists have been restricted to a sliver of land not more than 25 sq miles. As you no doubt are aware, the LTTE is nurtured by funds collected in foreign countries as a section the Tamil Diaspora including some in Malaysia still dream of creating a separate country in Sri Lanka. According to racist Tamil historians it will be the first step in setting up a 'Dravidasthan ', in this case including some parts of present Malaysian territory and Tamilnadu in India.


Malaysia unfortunately has been a centre for fund collection for the LTTE through the World Tamil Movement and some very active pro-LTTE academics including a senior professor in a well-known Malaysian university. It is a well-known fact that some businesses operated in Malaysia are fronts of the LTTE. The LTTE's principal international arms purchaser and money launderer, K. Pathmanathan Also known as K.P is reported to be in Malaysia with a band of senior LTTE members setting up the LTTE network for future operations. This information has received the attention of a number of anti-terrorism experts.


Janes' Monthly, the prestigious Defence magazine confirms that the LTTE collects US $300m a year from its business operations as well as from well-wishers. These collections are illegal and contravene the UN resolutions on international terrorism. Since the funds are finally utilized to arm a terrorist group with destructive motives and also to kill Sri Lankans and destroy the economy. We request you to investigate the LTTE's recent resurgence in Malaysia.


In the name of the friendly people of Sri Lanka and in keeping with the UN Resolutions on international terrorism, we request you to take urgent legal action against K. Pathmanathan and his collaborators in Malaysia.


- Open letter to the Prime Minister of Malaysia from
Society for Peace, Unity and Human Rights for Sri Lanka (SPUR)
Sementara itu, komen 'Lebai' dalam artikel 'Gesa Tamil Malaysia Kutuk LTTE' menyebut :
Orang pertama yang perlu disiasat sekarang ialah Timbalan Ketua Menteri II Pulau Pinang yang juga bekas profesor di UM, P Ramasamy. Dia banyak menulis mengenai LTTE. Sila search dalam google 'ramasamy and tamilcanadian. atau layari www.tamilcanadian.com.


Dalam salah satu tulisannya mengenai LTTE dan Malaysia, Ramasamy ada berkata: "the pro-Malay policies of the government have discriminated against Tamils being meaningfully employed in the different sectors of the economy."


Ini adalah satu kenyataan yang merbahaya bagi perpaduan nasional. Kerajaan Malaysia harus bertindak segera sekarang mengekang gerakan seperti yang saudara laporkan itu daripada merebak menjadi api yang besar. Padamkan segera bara yang ada supaya tidak memercikkan api.
terima kasih
May 25, 2009 10:44 PM
Segalanya mungkin berpunca daripada penyertaan rasmi P. Ramasamy ke dalam LTTE sebagai penganalisis perlembagaan perjuangan kumpulan pengganas tersebut melalui kenyataanTamilnet bertarikh 22 Mac 2008 :
[TamilNet, Saturday, 22 March 2008, 21:34 GMT]
Professor Ramasamy, a Political Scientist who left Malaysia and taught in Germany and Singapore, beat former Penang Chief Minister Dr Koh Tsu Koon at the recently held Malaysian elections and has been appointed Deputy Chief Minister for Penang, widely regarded as the Malaysia's economic heartland. Professor Ramasamy participated as a member of the LTTE's constitutional affairs committee prior to Geneva Talks in June 2006.
Apa yang hendak dikatakan ialah, perkara ini sudah terlalu terang dan tidak perlu lagi untuk disuluh. Timbalan Ketua Menteri Pulau Pinang II, P. Ramasamy perlu disiasat mengikut lunas anti-keganasan antarabangsa dan berselindung di sebalik campurtangannya dalam urusan perlembagaan membabitkan pergerakan pengganas kejam ini. Ramasamy sendiri memang sentiasa mengeluarkan kenyataan bersifat perkauman dan kini, terbukti sebagai ahli akademik sampah pro-LTTE yang hakikatnya menyokong kuat sifat kebinatangan dan jenayah pembunuhan LTTE.


Gambar ini menunjukkan P. Ramasamy bersama para pemimpin LTTE dalam satu sidang di Geneva, 3 tahun lalu. Inilah muka sang pencelaka yang menyokong pembunuhan ribuan umat Islam Sri Lanka yang tidak mahu terbabit dengan LTTE. Malah pembunuhannya berlaku di masjid-masjid.

Sesungguhnya parti Islam di Malaysia diisi orang orang buta. Mengapa tidak sokong sahaja tentera Thai menghapuskan umat Islam Patani? Sokong sahaja Israel menyerang Palestin? Bukankah sama sahaja dengan menyokong pengganas Tamil ini?

Khamis, Julai 10, 2014

Prabowo Presiden Indonesia : Satu kebimbangan yang berasas?



Kiraan cepat yang oleh badan-badan pemantau yang memenangkan Jokowi dalam pemilihan presiden semalam ternyata tidak diterima oleh Prabowo. Dia bahkan mengumumkan bahawa dia telah memenangi pilihanraya Presiden Indonesia berdasarkan kiraan cepar oleh badan penyelidik yang pro kepadanya. Indonesia secara diamnya kini berada dalam keadaan dilema menanti keputusan rasmi pada 22 Julai.

Siapa Prabowo Subianto? Dia merupakan bekas pemimpin tinggi Tentera Nasional Indonesia yang dilahirkan dalam keluarga seorang tokoh usahawan berjaya. Prabowo pernah membesar di banyak negara mengikuti keluarganya termasuk di Malaysia.

Prabowo telah dituduh terbabit dalam penculikan aktivis pro-demokrasi pada rusuhan 1998 di Jakarta ketika dia menjawat Komander Kopassus selain isu menggempur rakyat Timor Timur semasa negara tersebut masih dibawah naungan Indonesia.  Namun kemahuannya untuk menjadi pemimpin Indonesia tetap tinggi.

Walaupun dikhabarkan  pernah lari ke Jordan dan memiliki dua kerakyatan, Prabowo disokong separuh rakyat Indonesia yang layak mengundi atas beberapa sebab yang dinilai pihak asing sebagai wacana nasionalis ekstrimis yang mengancam hubungan perdagangan antarabangsa di Indonesia.

Sentimen-sentimen kebangsaannya yang muncul tiba-tiba menjelang pemilihan presiden dianggap sinis sesetengah pihak namun dianggap sebagai pahlawan yang ditunggu-tunggu oleh setengah pihak yang lain pula.

Prabowo yang kaya raya hasil perniagaan yang kini diusahakannya terutamanya di bidang minyak dan gas sering melakukan kempen dengan meniru sosok presiden pertama Indonesia yang disanjung rakyatnya, Soekarno.

Prabowo dikatakan mahu mengembalikan pegangan-pegangan asing di negara tersebut kepada pelabur tempatan dan bersungguh-sungguh menonjolkan diri sebagai pengangkat maruah dan martabat Indonesia yang kononnya selama ini diinjak-injak oleh pihak asing.

Prabowo juga dilihat sebagai pejuang kepada pekerja-pekerja Indonesia di negara asing seperti contoh usahanya berulang alik ke Kelantan untuk membebaskan seorang amah Indonesia yang dihukum mati oleh mahkamah di Kota Bahru tahun lalu. Hasilnya, amah tersebut dibebaskan.

Turut disentuh ialah pelaburan asing yang dikatakan menjadikan rakyat Indonesia miskin dengan turut menyentuh pelaburan syarikat-syarikat Malaysia di bidang perladangan di bumi Indonesia yang menjadikan ia ditakuti oleh pelabur asing.

Menjelang pilihanraya presiden yang lalu, kaji selidik populariti menunjukkan kemahuan rakyat untuk mengundi Prabowo meningkat drastik dan serentak pada masa yang sama, nilai rupiah jatuh dan bursa saham merosot.

Selain itu, ciri elit yang ditonjolkan oleh Prabowo seperti kemewahannya, dan berkumpulnya para-para politikus yang dipandang serong oleh masyarakat di belakangnya dalam pilihanraya presiden itu jelas tidak disukai.

Ciri-ciri emosional seperti pernah membaling telefon bimbit ketika marah, mengugut memboikot media yang tidak melaporkan hal yang baik mengenainya dan menyeru pengundi menerima wang oleh pihak lawan jika diberi wang tetapi tetap mengundinya,  juga mendatangkan kesan kepada pengundi yang mahukan perubahan dan pemimpin yang dekat kepada rakyat.

Tambahan lagi, pasukan Prabowo yang terdiri dari ramai ahli politik yang bermasalah membuatkan ramai yang merasakan Prabowo adalah tokoh yang bagus tetapi mempunyai pasukan paling buruk untuk dipilih.

Paling jelas, kaitan Prabowo dengan insiden-insiden sebelum kejatuhan Suharto pada tahun 1998 menyebabkan ramai orang enggan memilihnya bimbangkan seorang Presiden yang kuku besi akan kembali menguasai, menindas dan memerintah dengan kejam.

Selain itu juga Prabowo dilihat tidak mesra rakyat, mudah emosi dan tidak tegas dalam memerangi rasuah.

Hakikatnya, Indonesia merupakan negara yang mempunyai ekonomi terbesar di ASEAN. Krisis ekonomi 1997 bermula di Indonesia dan memberi kesan kepada Malaysia sedangkan krisis ekonomi Malaysia pada tahun 2008 langsung tidak menjejaskan Indonesia.

Bukanlah bermakna memberi sokongan kepada Jokowi yang merupakan seorang anak tukang kayu yang membesar di setinggan pinggir sungai dan tidak gemarkan Prabowo bererti muslihat untuk menginjak-injak rakyat Indonesia dan merampas hasil buminya. 

Apa yang dimahukan ialah iklim ekonomi yang kondusif untuk setiap warga ASEAN dapat mempertingkatkan taraf hidup ke arah yang lebih baik dan kemiskinan dapat diperangi. Itulah konteks yang gagal difahami oleh penyokong Prabowo yang menuduh Jokowi adalah ejen asing kerana disokong oleh ramai pihak di luar Indonesia.

Lebih lagi, dunia memperlihatkan bahawa seorang negarawan ulung yang handal membina negara bukanlah seseorang yang lahir di atas talam perak, melainkan mereka yang lahir di kalangan marhaen yang pernah merasa hidup susah.

Apapun pilihan telah dibuat oleh rakyat Indonesia. Keputusan rasmi adalah pada 22 Julai dan sekiranya Prabowo yang dimenangkan oleh Suruhanjaya Pilihanraya (KPU) yang merupakan ejen pemerintah yang pro-Prabowo, bukan sahaja rakyat Indonesia harus menerimanya, komuniti ASEAN juga harus menerimanya. Kacau bilau bukan jalannya dan contoh terunggul wajar dipertontonkan kepada musibat-musibat haram jadah gila mengguling kerajaan di negara Malaysia ini.

Jokowi Presiden Indonesia : Satu fenomena yang luar biasa



Joko Widodo (53) atau lebih dikenali sebagai Jokowi merupakan individu yang tiba-tiba masyhur di persada politik Indonesia. Menerusi kiraan cepat, satu kaedah pengiraan awal yang dibuat sebelum kertas undi di hantar ke ibu pejabat Suruhanjaya Pilihanraya (Komisi Pemilihan Umum) di Jakarta, Joko Widodo mendahului dengan perbezaan sebanyak kira-kira 9 juta undi dari jumlah 137 juta undi dari pengundi yang keluar memilih Presiden baru mereka.

Ia merupakan pilihanraya presiden ketiga yang dilangsungkan di Indonesia bermula pada tahun 2004 di mana Susilo Bambang Yudhoyono memenanginya pada tahun 2004 dan 2009 dan tidak boleh lagi bertanding untuk tahun ini atas syarat hanya 2 penggal dibolehkan.

Jokowi menjadi ikon yang popular secara mendadak di dunia apabila ia dinamakan sebagai antara 50 Pemimpin Paling Berpengaruh Di Dunia pada awal tahun ini.

Sembilan tahun lalu, pada tahun 2005, Jokowi, seorang usahawan perabot, marmar dan hartanah kecil-kecilan memenangi jawatan Datuk Bandar Solo dan sepanjang 7 tahun menjawat jawatan tersebut, dia telah melakukan banyak sekali perubahan. 

Kehebatannya membuatkan dia dicalonkan oleh partinya PDI-P pimpinan Megawati Sukarnoputri untuk mencalonkan diri menjadi Gabenor Jakarta dan buat pertama kali dalam sejarah, dia memenanginya dan menjadi orang luar Jakarta yang pertama menjadi Gabenor Jakarta. Dia malah tidak mempunyai rumah di Jakarta dan hanya mendiami rumah jabatan.

Berbagai perubahan cuba di bawa oleh Jokowi seperti menyegerakan projek MRT dan Monorel termasuk cadangan membina terowong ala SMART di Kuala Lumpur untuk Jakarta tetapi masalah berlaku apabila karenah birokrasi di peringkat pusat menyukarkan pembangunan Jakarta yang lebih moden.

Akibat dari itu, dia yang pada mulanya enggan melayani saranan-saranan supaya popularitinya itu dimanfaatkan untuk dicalonkan menjadi Presiden Indonesia ke 7 pada pemilihan 2014, akhirnya maju ke hadapan untuk menjadi calon demi menyelesaikan berbagai masalah dan karenah birokrasi yang pernah dilaluinya semasa menjadi Gabenor Jakarta.

Hari ini, berdasarkan kiraan cepat yang mempunyai margin ralat kurang dari 1%, Jokowi mengungguli lawannya Prabowo Subianto dengan memperolehi kira-kira 52% undi.  Walaubagaimanapun keputusan rasmi hanya diketahui pada 22 Julai setelah semua kertas undi dikira semula di ibu pejabat KPU.

Selain mendapat sokongan rakyat yang berpendapatan rendah dan mengharapkan pembelaan, Jokowi banyak disokong oleh kelompok bukan Islam di Indonesia atas dasar-dasarnya yang sederhana, menjadi tokoh rakyat yang bergandingan dengan tokoh ketenteraan yang menyebabkan banyak undi diterima olehnya. 

Jokowi telah menjadi inspirasi banyak pihak atas dasar-dasarnya yang sederhana dan berhati santai dalam melayani karenah media. Lebih dari itu, dia dikagumi kerana dalam tempoh 9 tahun memasuki persada politik, dia kini hampir menjadi Presiden Indonesia.

Fenomenanya membuatkan Tun Mahathir menemuinya pada 14 April 2014 untuk mengucapkan selamat bertanding dan berharap semoga kemenangan berpihak kepada Jokowi sembari menghadiri seminar yang menjemput kehadirannya di sana.

Mengapakah penulis dan separuh lagi rakyat Indonesia tidak menggemari Prabowo Subianto? Akan dirungkaikan selepas ini dan jika pembaca tidak sabar untuk mengetahuinya, sila Google.


Jokowi melawat Monorel Bukit Bintang (2013)

Rabu, Julai 02, 2014

Lelaki 22 tahun diculik sindiket curi organ?

Berikut adalah apa yang tersebar di Facebook kini. Kisah seorang pemuda yang diculik 3 lelaki India di Putra Mahkota dan hanya tersedar di Bentong Pahang dengan dugaan akan dijadikan mangsa pencurian organ. Terjemahannya adalah seperti berikut :

Sepupuku. 22 tahun, pemuda yang cukup matang tetapi malang di luar jangkaan berlaku sehari sebelum Ramadhan. Dia diculik oleh 3 lelaki India di tengah siang buta di Petronas Putra Mahkota berhampiran rumah kami.

Lewat tengahari, selepas mengisi minyak, dia meletak kenderaan di sebelah kedai Mesra untuk ke tandas. Seorang lelaki India datang kepadanya meminta agar ditengok-tengokkan rakan-rakannya di dalam sebuah van. Dengan tanpa ada rasa curiga dan niat untuk membantu, di akhirnya disumbat ke dalam van dan apabila tersedar, dia mendapati dirinya diikat. Untungnya, dia berjaya melepaskan diri dan melarikan diri ke premis berhampiran yang ditemuinya iaitu balai bomba. Mereka membantunya menghubungi polis dan bapa saudaraku. Dia ditemui di Bentong dan menurut polis ia adalah jalan terhampir untuk ke Thailand dan bakal menjadi mangsa sindiket pencurian organ. Anda semua harus berhati-hati di mana jua anda berada. Sentiasalah perhatikan  mereka-mereka disekeliling anda. Jangan ambil mudah soal keselamatan diri memandangkan lihatlah, seorang lelaki yang sudah besar juga boleh menjadi mangsa. Semoga Allah melindungi kami sekeluarga. Sebesar-besar kesyukuran kepada Allah Maha Berkuasa kerana menyatukan kami semula dengan sepupu kami. Besar hati kami melihat kamu kembali ke rumah,  Aqil MoSaid.

Apa ertinya ini? Kepastian dari pihak berkuasa amat dituntut dalam kes ini kerana tugas penegak undang-undang adalah untuk memastikan ketenteraman rakyat, bukan untuk menutup apa yang tidak terlihat. Jika  polis tidak mendapatkan si gadis ini untuk diambil keterangan, tentu sekali pihak-pihak yang berkepentingan lain pula yang akan melakukannya.

Jangan sampai undang-undang jatuh ke tangan rakyat kerana di situ akan ada kacau bilau yang sukar dikendalikan.







Perlukah menyimpan kudis supaya menjadi barah?

Kini dunia telah berubah. Hatta Utusan Malaysia boleh mengambil artikel RPK untuk dimuatkan dalam terbitannya. Menandakan apa? Berlakunya revolusi mental yang ketara di kalangan kita.

Justeru, apa lagi jenis revolusi mental yang masih belum berlaku? Ya. Semangat keempunyaan ke atas negara dengan penuh nasionalis dan meletakkannya ke daulah yang sebenar-benar daulah.

Pertambahan kaum pendatang yang bersuara durjana yang suka mengaitkan nama negara ini dengan konotasi menghina mungkin sahaja telah sampai saat untuk dihentikan. Ini bermakna gerakan memusnahkan puak anti-kenegaraan Malaysia-centric perlu diadakan.

Apabila disebut penghapusan, perlulah jelas antara benang putih dan benang merahnya.  Wacana penghapusan ini harus digerakkan dengan apa jua caranya. Sehalus dan seutuh tali tangsi.

Orientasi angkara murka yang ditegakkan oleh puak-puak itu banyak dipengaruhi oleh elemen luar. Sifat mereka itu lalang, musang berbulu ayam dan talam dua muka kerana mereka merasakan ababila rakyat negara ini bangkit menentang mereka, mereka masih ada tempat untuk lari.

Kesilapan pemerintah kita ialah kerana memanggil pulang binatang-binatang ini dari peliharaan negara luar kononnya atas nama berbakti kepada negara.

Satu revolusi untuk memburu dan memusnahkan mereka yang  menginjak nama negara ini perlu dilakukan. Biar satu kesan tersemat dibatu jemala puak ini bahawa negara ini mempunyai rakyat yang tinggi kobaran nasionalisme nya.

Jika anda merasakan tiada untungnya nasionalisme itu, berdirilah di luar pagar negara ini. Dan anda tentu merasakan anda hanya layak ditenggelamkan di tengah laut sahaja. Lebih baik jangan berkata apa jika masih menjadi haiwan berkeliaran dalam kawasan sendiri semata-mata.

Benar, kita tidak perlu 13 Mei kedua. Tetapi sedarkah kita bahawa kita perlu kaedah yang lebih berkesan dari 13 Mei? Jika Indonesia boleh mengapa kita tidak boleh? Masih belum terlambat membenahi negara ini dan melingkupkan elemen yang membuatkannya tempang.




Elakkan versi kedua peristiwa 13 Mei

Oleh Raja Petra Kamarudin

SAYA telah memantau komen-komen dan bahan-bahan yang dimuat naik dalam Facebook dan Twitter dan saya dapat melihat jurang kaum dan agama telah melampaui batas.

Malaysia kini bagaikan bersiap-sedia untuk menghadapi 13 Mei versi kedua.

Rakyat Malaysia tidak lagi kisah apa yang keluar dari mulut mereka dan sama ada apa yang diperkatakan itu menyinggung atau melukakan perasaan orang lain.

Cina dan India, serta sebahagian Melayu, tidak lagi menunjukkan rasa hormat kepada negara sendiri untuk memanggilnya Malaysia. Mereka sebaliknya lebih rela memanggilnya 'Bolehland'.

Saya tertanya-tanya bagaimana perasaan orang Perancis jika anda memanggil negara itu 'Frogland' atau perasaan warga Singapura apabila negara pulau itu digelar 'Kiasuland'?

Anda mungkin mendapat penumbuk di muka, sebab itulah juga yang saya rasa hendak lakukan kepada mereka yang tidak menunjukkan rasa hormat kepada negara sendiri dengan memanggil Malaysia, 'Bolehland'.

Orang Eropah (malah penduduk Asia Tenggara lain) mungkin marah kepada kerajaan mereka atau terhadap ahli politik. Tetapi mereka ialah rakyat yang setia kepada negara sendiri dan bangga dengan negara dan bendera mereka.

Rakyat Malaysia, terutamanya Cina dan India, tidak kelihatan mempunyai sifat kesopanan ini.

Perumpamaan Melayu menyebut, 'marahkan nyamuk, kelambu dibakar'.

Anda mungkin bencikan UMNO atau Barisan Nasional, tetapi kenapa perlu mencaci Malaysia, orang Melayu, orang Islam dan agama Islam untuk melepaskan kemarahan dan kekecewaan anda?

Adakah adil bagi sesiapa yang tidak menyokong DAP untuk mencaci seluruh kaum Cina?

Jadi mengapa pula mereka yang marahkan UMNO, boleh bertindak mencaci dan memperolok negara sendiri, orang Melayu, orang Islam dan agama Islam?

Cara sesetengah daripada anda bercakap seolah-olah Malaysia adalah negara lain dan bukan negara sendiri. Anda perkecilkan dan mencaci Malaysia seumpama China melihat Jepun atau Korea Utara melihat Korea Selatan.

Adakah anda mengatakan kerana Malaysia Melayu-Islam dan anda bukan Melayu-Islam maka Malaysia adalah musuh?

Kebanyakan anda membenci Melayu, orang Islam dan Islam. Ini sangat jelas daripada komen dan pelbagai posting dalam media sosial.

Kebanyakan Melayu amat sedar yang orang bukan Melayu membenci mereka dan agama mereka. Mesejnya sangat jelas dan tidak ada kekeliruan tentang maksudnya.

Bagaimanapun, sebanyak mana kebencian bukan Melayu terhadap Melayu, orang Islam dan agama Islam, kita setidak-tidaknya mengharapkan bukan Melayu mencintai negara mereka dan tidak menunjukkan kebencian kepada negara sendiri.

Saya fikir sudah sampai masanya bukan Melayu dan bukan Islam memikirkan siapa musuh sebenar mereka.

Adakah 18 juta orang Melayu berdosa terhadap anda? Jika pun tiga juta Melayu berbuat dosa (mengambil kira jumlah keahlian UMNO), kenapa perlu anda membenci 15 juta Melayu lain yang tidak berbuat apa-apa?

Ke mana perginya cinta? Apa yang anda tunjukkan hanyalah kebencian. Dan anda tunjukkan kebencian kepada negara tempat anda dilahirkan hanya kerana anda membenci parti politik tertentu.

Kerosakan yang serius telah dilakukan terhadap hubungan kaum di Malaysia.

Dan masalah ini terlalu parah sehinggakan hampir mustahil mencapai perdamaian.

Jadi ke mana kita selepas ini? Adakah kita akan menyelesaikan pertikaian itu di jalanan? Melihat keadaan sekarang seolah-olah ia ke arah itu.

Kita tidak lagi mampu mengenal siapa penyerang dan siapa yang menjadi mangsa. Kedua-duanya sama agresif dan mahu mencari gaduh. Akhirnya, pihak yang memiliki lebih banyak senjata akan menang. Dan dalam keadaan ini, yang menang jadi arang dan yang kalah jadi abu - kedua-duanya akan memakan mangsa.

Berwaspadalah dengan apa yang anda hajatkan kerana anda mungkin tidak suka apa yang diterima kelak.

Dan jangan berselindung sebagai mangsa sedangkan anda juga sama-sama bersalah membuat provokasi kaum dan agama.

Selasa, Julai 01, 2014

Pertubuhan politik dibiayai gangster

Tahukah anda parti mana? Di negeri manakah kedapatan pusat-pusat maksiat yang tumbuh mekar. Wakil dari parti manakah yang membunuh usahawati dan 3 orang lagi lalu membakar mereka? Itulah puak-puak sial yang masih disokong oleh Melayu-Melayu gelap hati.




Siasat dakwaan pertubuhan politik dibiayai gengster

KUALA LUMPUR 30 Jun - Pihak berkuasa diminta menyiasat tentang kesahihan desas-desus yang mendakwa pertubuhan politik tertentu menerima dana daripada kumpulan-kumpulan gengster.

Senator Datuk Dr. Lucas Umbul (gambar) berkata, sumber kewangan kumpulan-kumpulan gengster terbabit diperoleh daripada kegiatan jenayah seperti peras ugut, samun, pelacuran, perjudian dan pengedaran dadah.

"Sebagai balasan, mungkin ahli kumpulan gengster ini beroleh imbuhan di atas sokongan mereka dengan memperoleh lesen pusat perjudian dan sebagainya," katanya ketika membahaskan Rang Undang-undang Pencegahan Pengubahan Wang Haram dan Pencegahan Pembiayaan Keganasan (Pindaan) 2013 dalam sidang Dewan Negara, hari ini.

Sementara itu, beliau memberitahu, terdapat pelbagai kaedah digunakan oleh penjenayah untuk melindungi kegiatan pengubahan wang haram.

Lucas menambah, kaedah-kaedah yang digunakan termasuk skim cepat kaya, pengambilalihan koperasi yang bermasalah, pembiayaan projek, pembelian saham dan insurans serta pinjaman wang berlesen dan haram.

"Mereka juga berselindung di sebalik kegiatan pengurup wang asing, perniagaan besar dan perdagangan komoditi," ujarnya.

Sehubungan itu, beliau menggesa kerajaan mencari kaedah yang berkesan bagi mengesan taktik licik yang digunakan oleh penjenayah untuk melakukan kegiatan pengubahan wang haram.



Artikel Penuh: UTUSAN 
© Utusan Melayu (M) Bhd