Sabtu, April 16, 2011

BN Bawa Sarawak Mendahului Kalimantan

Indonesia Puji Kemajuan Sarawak, Kutuk Wilayah Sendiri

Kamis, 27/01/2011 13:04 WIB
Gamawan Pamer Foto Timpangnya Pembangunan RI-Malaysia di Perbatasan
Adi Lazuardi - detikNews

Jakarta - Pembangunan di perbatasan RI-Malaysia di Kalimantan Barat dengan Serawak ternyata sangat timpang. Kondisi perbatasan di Malaysia sudah tampak lebih maju daripada di perbatasan Indonesia.

"Padahal rumah ini dua-duanya bertetanggaan di satu wilayah Indonesia dan Malaysia," kata Kepala Badan Nasional Pengelola Perbatasan Gamawan Fauzi.

Hal itu disampaikan Gamawan sambil menunjukkan foto-foto perbedaan kondisi perbatasan dalam raker dengan anggota Komisi II DPR, Senayan, Kamis (27/1/2011). Namun Gamawan tak menyebutkan kapan foto-foto tersebut diambil.

Pria yang juga menjabat sebagai Mendagri ini membawa 4 foto kondisi perbatasan RI. 3 Di antaranya perbatasan Kalimantan Barat-Serawak. Sedangkan 1 foto lainnya perbatasan RI-Papua Nugini.

Foto pertama yang ditunjukkan Gamawan ke DPR yakni foto rumah-rumah warga RI dan Malaysia. Gamawan membandingkan rumah warga RI di perbatasan sudah tidak layak huni. Kondisi bangunannya sudah mulai lapuk. Rumah warga Indonesia ini pun terbuat dari kayu.

Kondisi ini berbeda jauh dengan rumah warga Malaysia. Rumah warga Malaysia terbuat dari tembok dengan cat yang masih baru. Bahkan beberapa di antaranya sudah bertingkat dua.

Kemudian Gamawan menunjukkan foto kedua. Di foto kedua ini tampak kondisi jalan di perbatasan RI-Malaysia. Jalan di perbatasan RI terlihat belum diaspal, sebagian berumput dan berbatuan. Sementara di Malaysia sudah diaspal.

"Padahal di Malaysia jarang masuk kendaraan. Kapan kita punya jalan seperti ini di perbatasan," kata Gamawan sambil menunjukkan foto perbatasan Malaysia.

Foto ketiga yang ditunjukkan Gamawan yakni pembangunan gedung sekolah. Gedung sekolah di perbatasan RI sangat menyedihkan. Sekolah tersebut tampak tidak terawat dan luas bangunannya kecil. Sementara di Malaysia, sekolahnya sudah bertingkat 4.

Foto keempat yakni perbatasan RI-Papua Nugini. Di perbatasan ini, kondisinya tidak begitu signifikan. Malah perbatasan Indonesia masih lebih baik dari Papua Nugini.

"Kalau kita dengan Papua Nugini masih baguslah," ujarnya.

Malaysia antara 10 negara paling mesra

FRANKFURT 15 April — Malaysia dianggap antara 10 negara paling mesra di dunia.

Mereka yang sering melancong ke beberapa negara berkemungkinan besar kembali ke negara-negara seperti ini kerana penduduknya mesra dan bersikap terbuka, malah ada antara pelancong ini mahu menetap di negara itu dan enggan kembali ke tanah air sendiri.

Satu kaji selidik oleh Bank HSBC mendapati Malaysia berada di tangga kesembilan dalam senarai negara paling mesra.

Selain kemesraan rakyat tempatan, satu lagi kriteria yang digunakan ialah bagaimana warga asing mudah bergaul dan menerima persekitaran di sesebuah negara itu.

Kaji selidik yang dijalankan dari April hingga Jun 2010 itu meliputi 4,000 orang di 100 negara.

Mereka ini ditanya soalan seperti di manakah mudah bagi mereka mendapat kenalan tempatan, adakah mudah bagi mereka mempelajari bahasa negara berkenaan dan sama ada mereka mudah menerima budaya tempatan.

Sebanyak 80 peratus daripada mereka yang ditemubual itu berkata, bahasa Inggeris adalah bahasa pertuturan mereka dan sebab itulah negara yang banyak menggunakan bahasa itu berada dalam senarai teratas.

Namun terdapat juga negara yang tidak menggunakan bahasa Inggeris berada dalam senarai 10 negara teratas itu.

Untuk tahun kedua berturut-turut, Kanada merupakan negara paling mesra, diikuti oleh Bermuda, Afrika Selatan, Amerika Syarikat, Australia, Sepanyol, Perancis, Britain, Malaysia dan Jerman. - BERNAMA