Jumaat, April 12, 2013

Hadi nafi Mustafa terlibat dalam video seks


Oleh ISWAN SHAFIQ MAT ISA

KUALA TERENGGANU 12 April - Presiden Pas, Datuk Seri Abdul Hadi Awang menafikan penglibatan Setiausaha Agungnya, Datuk Mustafa Ali yang dikaitkan dalam video seks yang telah diedarkan di sekitar Besut semalam.

Sebaliknya, Abdul Hadi menganggap kononnya tohmahan itu tidak lebih daripada sekadar fitnah yang pastinya tidak akan menjejaskan kredibiliti Mustafa selaku pemimpin Pas.

"Kita anggap itu satu fitnah dan beri pahala kepada Mustafa Ali. Lagi lama dia (video itu) siar, lagi banyak pahala dia (Mustafa) dapat," katanya ketika ditemui pemberita di kediamannya di Rusila, Marang di sini hari ini. - UTUSAN ONLINE


Edisi Jumaat : Menafikan Teknologi, Mendustai Nikmat Tuhan

Kepandaian manusia adalah ilham dari Penciptanya jua. Tanpa ilham dari Maha Pencipta, tiada titik temu dalam kerumitan mentelaah sesuatu untuk mencipta sesuatu oleh seseorang manusia.

Melangkah ke akhir zaman, ilmu-ilmu Tuhan diilhamkan seikit demi sedikit kepada manusia. Dari ilmu ini, ada manusia akan bertambah keimanannya. Ada manusia akan bertambah pula kefasikannya.

Dahulu para 'unbelievers' bertanya, bagaimana akan dipertontonkan setiap perlakuan manusia? Dengan alatan apa? Lalu setitis ilmu Tuhan dititk ke pengetahuan manusia. TV tercipta.

Dahulu para 'unbelievers' bertanya, bagaimana akan disenaraikan seluruh dosa pahala manusia sedangkan umur seseorang manusia itu cukup panjang? Lalu setitis ilmu Tuhan dititk ke pengetahuan manusia. Manusia mula mencipta komputer dan membina pengkalan data.

Dahulu para 'unbelievers' bertanya, bagaimana perlakuan kita boleh dicerap, boleh dipantau, sedangkan kita manusia ini jumlahnya berjuta-juta?  Lalu setitis ilmu Tuhan dititk ke pengetahuan manusia. Radar dan satelit tercipta.

Dahulu para 'unbelievers' bertanya, bagaimana Muhammad S.A.W. mampu pergi ke Masjid al-Aqsa dalam 1 malam?  Lalu setitis ilmu Tuhan dititk ke pengetahuan manusia. Jet-jet tercipta.

Dahulu para 'unbelievers' bertanya, bagaimana setiap perbuatan boleh diketahui Tuhan. Dengan kaedah apa? Lalu setitis ilmu Tuhan dititik ke pengetahuan manusia. CCTV tercipta.

Contoh 1

Contoh 2


Tidak mustahil jika ilmu Allah yang bila-bila masa boleh ditarik balik ini, akan dipertanyakan kelak, mengapa ia tidak dimanfaatkan selari dengan zaman.

Sepertinya mengapa masih berlayar menunaikan haji sedangkan sekelumit ilmuNya telah dititiskan kepada umat manusia agar dapat mencipta kapal terbang.

Sepertinya juga, mengapa masih berlindung kepada permasalahan 4 saksi sedangkan dengan sekelumit ilmuNya telah dititiskan kepada umat manusia agar dapat mencipta kamera,  CCTV dan Spy Cam. Bukan sahaja dilihat 4 saksi, malah jutaan saksi.


Maka nikmat Tuhanmu yang manakah kamu dustakan?

Usahasama Kerajaan Malaysia Dan Google Inc. Di Bidang Pendidikan


Malaysia Gandeng Google untuk Majukan Pendidikan

Fino Yurio Kristo - detikinet
Kamis, 11/04/2013 12:09 WIB



Jakarta - Malaysia menggandeng raksasa internet Google untuk memajukan dunia pendidikan. Negara tetangga itu akan memakai software produktivitas Google Apps dan laptop Google, Chromebook.

Menurut laporan Google, Malaysia akan mengadopsi Google Apps untuk digunakan 10 juta guru, pelajar dan orang tuanya. Sedangkan sekolah dasar dan menengah akan menerima sejumlah laptop Chromebook.

Education Blueprint 2013-2025 Malaysia yang dirilis September tahun lalu ditujukan untuk merevolusi sistem pendidikannya melalui integrasi dengan internet dan layanan cloud. 

Google digandeng karena layanananya hemat biaya. Google Apps misalnya, dapat digunakan dengan gratis. Software ini mirip dengan paket Microsoft Office, namun penyimpanan datanya di cloud.

Malaysia sendiri memiliki sekitar 10 ribu sekolah. Pemerintah berencana melengkapi semua sekolahtersebut dengan akses internet 4G dan dengan rasio kepemilikan komputer dibanding siswa minimum 10 banding 1.

Google menyatakan Departemen Pendidikan di Filipina juga mulai mengadopsi Google Apps for Education. Demikian seperti dikutip detikINET dari ZDNet, Kamis (11/4/2013).