
Keyakinan perisikan Singapura dan Lee Kuan Yew sendiri terhadap kebenaran tuduhan liwat Anwar ke atas Saiful menunjukkan Singapura lebih mempercayai sumpah muhabalah yang dibuat Saiful.
Singapura sendiri lebih yakin dengan Islam berbanding juak-juak PAS yang tidak habis-habis menyerang Saiful. Mereka pastinya tahu, bahawa bersumpah dengan Al-Quran bukanlah perkara mainan.
Malah Singapura sendiri lebih yakin dari Mufti Perlis pada ketika itu yang sehingga hari ini suka menimbulkan kontroversi dalam meraih keuntungan duniawi.
“Sekiranya dia benar, dia akan selamat tetapi jika dia berbohong lambat laun, kelaknatan Allah akan turun kepadanya dalam berbagai perkara yang tidak tergambar oleh dirinya sendiri,”
Itu ungkapan Dr. Asri pada 16 Ogos 2008 yang lebih menjurus kepada mengutuk tindakan Saiful daripada membelanya. Laknat kepada siapa? Lihatlah Dr. Asri hari ini. Dia tidak lagi dipandang tinggi seperti dahulu. Apakah itu refleksi kurniaan Yang Maha Esa atas kata-kata dari mulutnya?
Sementara itu, media Indonesia Detiknews mula melaporkan tindakan Anwar sebagai anti-media dan dengan kata halusnya tidaklah demokratik seperti yang dicanang empunya badan. Hanya dengan melapor apa yang telah dilaporkan di laman antarabangsa, Anwar mengutuk media Malaysia kerana membuat laporan jujur.
Anwar Ibrahim mungkin gugat media
BBCIndonesia.com - detikNews
Anwar Ibrahim membantah dia melakukan sodomi
Tokoh oposisi Malaysia Anwar Ibrahim tengah mempertimbangkan untuk menempuh langkah hukum setelah situs pembocor informasi rahasia, Wikileaks merilis informasi yang tersirat menyatakan dia melakukan
Anwar tengah diadili atas dakwaan melakukan hubungan seks dengan seorang pria yang pernah menjadi staf politiknya.
Kawat diplomatik yang dirilis di Wikileaks memperinci penilaian Singapura bahwa Anwar memang melakukan sodomi, tapi dia mungkin dijebak oleh para lawan politiknya.
Pengacara Anwar menyatakan politisi tersebut berencana mengadukan perkara ini ke pengadilan dengan alasan laporan di media lokal bisa mempengaruhi persidangan terhadap kliennya.
Sejak tuduhan sodomi itu muncul, Anwar Ibrahim membantah keras semua dakwaan yang dialamatkan kepada dirinya. Menurut Anwar, tuduhan itu bermotif politik.
Jika dinyatakan bersalah atas tuduhan liwath atau sodomi, tokoh pendiri Partai Keadilan Rakyat yang juga mantan wakil perdana menteri Malaysia itu bisa dihukum penjara 20 tahun.
Ini kali kedua Anwar didakwa melakukan sodomi.
Kali ini, beranikah Anwar mengeji media Indonesia pula? Jika mahu di saman, bukan Utusan Malaysia, Berita Harian, The Star dan NST sahaja. The Bangkok Post, Detiknews, Sydney Morning Herald, Brisbane Times juga melaporkan benda yang sama. Anwar sudah panas punggung dan mula menjadi sewel. Laknat Tuhan akibat mempersendakan muhabalah? Kena tanya Singapura la macam ni.


