Rabu, Januari 04, 2012

Adalah Malang Jika Hee Yit Foong Dulu Tidak Keluar DAP

Yit Foong: DAP Didn't Want Me
(Yit Fong : DAP Tidak Perlukan Saya)

IPOH: Hee Yit Foong said she left DAP not because she wanted to take revenge against the party, but because the party didn't want her. (Hee Yit Fong berkata dia tinggalkan DAP bukan kerana dendam tetapi kerana parti yang tidak perlukan dirinya.)

She said she wanted to stay on, but what DAP secretary-general Lim Guang Eng had said made her feel that she was not wanted by the party, and she had no choice but to quit. (Dia mahu kekal dalam parti tetapi kenyataan Setiausaha Agung parti, LGE seolah-olah dia tidak diperlukan oleh parti dan boleh keluar.)

Lim Guang Eng had said any state assemblyman out of touch for more than 24 hours would be deemed to have resigned from the party. (LGE berkata, mana-mana ADUN yang tidak dapat dihubungi lebih 24 jam dikira telah keluar dari parti.)

She said the problems she encountered in the party had been accumulated for a very long time, and she definitely did not quit because she was not given a new official car. (Katanya, masalah dia dengan DAP telah berlarutan sekian lama dan tidaklah disebabkan dia keluar parti semata-mata tidak mendapat kereta rasmi baru.)

Yit Foong said during an exclusive interview with Sin Chew Daily on Saturday that certain people in the party had tried to reject and sideline her, for example, state chairman Ngeh Koo Ham had said in a meeting last year that she would not be given the opportunity in the next election. (Yit Fong berkata, beberapa orang dikalangan parti cuba menyingkirkan dia, sebagai contoh, Ngeh Koo Ham telah berkata dalam mesyuarat tahun lalu yang dia tidak akan diberikan peluang dalam PRU akan datang.)

She said Lim Kit Siang knew about this thing but pretended not know anything. (Dia juga menyebut, Kit Siang mengetahui perkara ini namun berpura-pura tidak tahu.)

She lamented that party secretary-general Lim Guan Eng failed to see the truth and had not tried to find out the truth.(Dia menyelar LGE kerana gagal melihat kebenaran dan tidak pernah mencuba untuk mencari kebenaran dalam kesnya.)

"Certain people in the party have tried to smear me such that I have become sidelined and isolated. Some state assemblymen even keep a distance from me as if I were a leper." ("Sesetengah orang dalam DAP sangat berusaha memulaukan saya di dalam parti. Sesetengah ADUN menjauhi saya seolah-olah saya pesakit kusta.)

She said when she tried to find out something from other state assemblymen, they just said they knew nothing, especially the executive councillors. (Katanya, apabila dia bertanyakan sesuatu kepada para ADUN, mereka hanya menyebut 'tak tau apa-apa', terutamanya mereka di Majlis Eksekutif.)

She said someone purposely replaced the city councillors in her constituency (Jelapang). She had asked to meet the menteri besar personally because of this matter, adding that there was black and white to prove this. (Katanya, ada pihak yang menukar Ahli Majlis Bandaraya kawasan Jelapang dan ketika ditanya mengapa, dia disuruh berjumpa MB (boneka) dan mengatakan ada hitam putih mengenai perkara tersebut.)

She said from the various incidents, it was obvious that those who had tried to destroy her intended to squeeze her out of the party step-by-step. (Melalui beberapa kejadian, sangat jelas bahawa ramai pihak ini mahu memusnahkan karier saya dan mahu saya disingkirkan dari DAP secara berperingkat.)

Yit Foong admitted that she did not come under tremendous external pressure in the face of the overwhelming accusations against her. Instead, she said her pressure had come chiefly from the party (DAP) itself. (Yit Fong mengakui dia tidak mengalami tekanan serius atas tuduhan melampau ke atasnya. Namun, tekanan yang ditanggung datang dari pihak tertinggi DAP sendiri.)

She said all the negative news about her in recent days had been plotted by DAP, adding that those standing up to reprimand her were people with conflict of interests with her. (katanya, semua gambaran negatif dirinya dirancang oleh DAP dan mereka-mereka yang bangun menempelaknya adalah mereka-mereka yang mempunya konflik kepentingan dengannya.)

"From what I've read in the newspapers, among those condemning me are people with conflict of interests with me in the past, not those who have helped me." ("Dari apa yang saya baca di akhbar, mereka yang mengutuk saya ialah mereka yang mempunyai konflik kepentingan dengan saya, bukannya dari mereka yang telah menolong saya selama ini.)

Yit Foong said DAP had plotted to make people hate her. However, she felt this was not important as she could understand their feelings. (Yit Fong menyebut, DAP telah merancang cara untuk rakyat membenci saya. Pun begitu, dia merasakan itu tidak penting kerana dia dapat memahami perasaan rakyat.)

She felt that not all people would point their fingers at her, adding that those knowing her situation would understand her. (Dia yakin tidak semua orang ayan menyalahkannya dan mereka yang mengetahui situasi yang dihadapinya akan memahaminya.)

She said after assessing the situation she would decide later when to go back to her constituency to face the voters. (Dia berkata, setelah menilai situasi, dia akan sedia ke kawasan DUN yang diwakilinya untuk berhadapan dengan pengundi.)

(By LIU SUJUN/Translated by DOMINIC LOH/Sin Chew Daily)

Indonesia Hasilkan Kereta Sendiri

Anggota DPR Rame-rame Pesan Mobil Esemka

Elvan Dany Sutrisno - detikNews
Rabu, 04/01/2012 10:56 WIB

Jakarta - Sejumlah anggota DPR RI tertarik membeli mobil Esemka karya SMK Surakarta. Mereka bahkan hendak ke Surakarta untuk memesan secara langsung.

"Bukan saja tertarik, tapi sudah ngebet ingin melihat dan merasakan mobil karya anak bangsa. Siapa lagi kalau bukan kita yang harus membelinya? Prioritas saat ini adalah penguatan basis produksi sehingga betul-betul memenuhi standar otomotif," ujar Sekretaris FPPP DPR, Arwani Thomafi, kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (4/1/2012).

Ketua FPDIP DPR Tjahjo Kumolo bahkan sudah memesan mobil tersebut. Sayangnya stoknya masih terbatas.

"Saya sudah pesan mobil tersebut melalui wakil walikota solo yang juga ketua PDIP Kota Solo. Jauh hari sejak beliaunya menjanjikan ada kreasi anak solo soal Mobnas tersebut, karena terbatas dan harus antre ya silakan dipakai walikota dan wakil walikota solo dulu," terang Tjahjo.

Anggota DPR dari FPD Roi Suryo tak mau ketinggalan. Ia akan memesan langsung ke Surakarta.

"Saya mau ambil resiko itu. Saya mau beli mobil Esemka buatan SMK Surakarta. Saya harap anggota DPR lain mencontoh dan pemerintah kalau perlu Presiden SBY menjadikan itu program nasional untuk menggiatkan industri mobil nasional," papar Roi.

"Besok lusa saya mau ke Solo untuk ngecek seperti apa pembuatannya apa sudah diregister. Itu kan perlu dicek apakah nomor serinya jelas juga. Prosedurnya kan panjang kalau sampai on the road. Harganya kan Rp 95 juta (RM34,200) off the road, kalau on the road itu sekitar Rp 120 juta (RM 43,900), saya rasa itu harus jelas," jelasnya.

Anwar Yakin Rakyat Beri Undi Simpati Andai Dia Dipenjara

Anwar masih mengeluarkan kenyataan berbunyi " undi akan berpihak kepadanya dan partinya seandainya dia dipenjarakan ". Adakah ini benar? Bukankah rakyat lebih mahu dia dipenjarakan bagi membolehkan iklim politik tak berkesudahan akhirnya menjadi sudah? Bukankah seburuk-buruk tragedi Kg. Medan sekalipun, keadaan menjadi sangat terkawal hingga BN boleh menang besar pada tahun 2004, tanpa adanya makhluk Tuhan paling langsi ini?

Anwar: Pakatan has identified my replacement
January 04, 2012

KUALA LUMPUR, Jan 4 — Datuk Seri Anwar Ibrahim said today Pakatan Rakyat (PR) has decided who will lead the pact if he is found guilty next week of sodomy charges and jailed ahead of a general election expected this year.
The de facto PR leader did not, however, name his replacement in an interview today with US business news service Bloomberg.

“We have prepared the groundwork for a manifesto for Pakatan Rakyat and we are now in the final stages,” Anwar told Bloomberg in the interview.

“We have decided on the leadership during elections or post-elections in the event I’m imprisoned.”

Anwar said this was part of PR’s contingency plans if he were to go to jail again.

The High Court here will deliver its verdict in Anwar’s second sodomy trial on January 9.

Anwar faces up to 20 years in prison if convicted of sodomising his former aide.

Yesterday, the PR leadership also said it was prepared in the event Anwar is jailed next week.

“The Pakatan leadership, not only me and (Datuk Seri Dr Wan) Azizah (Wan Ismail) but Datuk Seri Abdul Hadi Awang and Lim Kit Siang have discussed scenarios…If I am jailed, involved in accident or shot, we are prepared, discussed various possibilities, scenario one, two, three,” Anwar had told reporters here yesterday.

An analyst quoted by Bloomberg in its report today suggested PR parties would benefit at the ballot box if Anwar is convicted.

“There may be an immediate swing towards him and his party” if Anwar is convicted, said Ibrahim Suffian, a political analyst at Kuala Lumpur-based Merdeka Center for Opinion Research.

“If Najib takes some months before calling an election, this opens up room for weaknesses in the opposition coalition to surface and any differences in opinion to be exploited.”

DAP Greentown Laporkan Nga Ke Jawatankuasa Disiplin DAP

Nga to face DAP disciplinary committee
(Nga akan dihadapkan ke Jawatankuasa Disiplin DAP)
K Pragalath | January 4, 2012

PETALING JAYA: The DAP disciplinary committee is set to hear a complaint against Perak state party secretary Nga Kor Ming in relation to the ‘lounge suit’ controversy. (Jawatankuasa Disiplin DAP bersiap untuk membincangkan aduan mengenai Setiausaha DAP Perak, Nga Kor Ming berkait kontroversi kes jahitan kot.)

The committee is expected to convene a meeting ‘within a fortnight’, according to its chairman Tan Kok Wai. (Jawatankuasa akan mengadakan mesyuarat dalam tempoh dua minggu menurut pengerusinya Tan Kok Wai.)

“A complaint was lodged by the Greentown branch in Ipoh against Nga over the lounge suit controversy. We will initiate an investigation and hold a hearing within a fortnight,” said Tan. ("Aduan dibuat oleh DAP Cawangan Greentown ke atas Nga. Kami akan menyiasat dan memanggil Nga dalam masa dua minggu". kata Tan.)

The lounge suit controversy against Nga, who is also Taiping MP and Pantai Remis state rep, surfaced last month when blogger Ahmad Sofian Yahya, also known as Sekupang Dua, first published documents that implicated Nga in a lounge suit tailoring contract in 2008. (Kontroversi pakaian kot ke atas Nga, yang juga Ahli Parlimen taiping dan ADUN Pantai Remis timbul bila blogger Ahmad Sofian yahya, dikenali sebagai Skupangdua, mula menyiarkan dokumen yang membabitkan Nga dalam tawaran jahitan pakaian kot di tahun 2008.)

Nga is alleged to have used his position as a state executive councillor to gain for Ethan & Elton a contract to tailor lounge suits in 2008, when Pakatan Rakyat ruled Perak. (Nga dikatakan menggunakan posisinya sebagai Ahli Majlis Eksekutif Negeri untuk mendapatkan tawaran menjahit untuk syarikat Ethan & Elton pada tahun 2008 semasa Pakatan Rakyat memerintah Perak.)

Nga’s wife Wong Seow Ching is a director in the company. (Isteri Nga, Wong Seow Ching adalah pengarah syarikat tersebut.)

Nga however denied the allegations and filed a RM10 million defemation suit against Ahmad yesterday. (Nga bagaimanapun menafikan tuduhan tersebut dan bertindak menyaman blogger tersebut sebanyak RM10 juta.)

Tan added that the hearing could not be conducted last night since it was only a routine central executive committee. (Tan menambah perkara tersebut tidak dapat dibincangkan malam tadi kerana ianya mesyuarat biasa Jawatankuasa Eksekutif Pusat.)

“The CEC should not interfere in a disciplinary committee meeting. Furthermore Nga could not attend last night’s meeting as he had to attend to some functions in Perak,” said Tan who is also Cheras MP. ("Jawatankuasa Eksekutif Pusat tak boleh masuk campur dalam mesyuarat Jawatankuasa Disiplin. Lagipun, Nga tak dapat hadir mesyuarat malam tadi kerana menghadiri acara-acara di Perak." ujar Tan yang juga Ahli Parlimen Cheras.)

Hanya Melayu Anti-Feudal Dan Atheist Yang Taksub DAP

Melayu menyertai DAP bukanlah perkara yang baru. Pada tahun 80an ramai Melayu berotak hippies yang cenderung meninggalkan ajaran Islam, lebih memilih DAP daripada PAS dalah agenda membangkang. Lalu wujudlah nama-nama Ahmad Nor, Ahmad Ton dan beberapa nama lagi.

Perkara ini tidaklah dihairankan kerana Bintang Tiga yang membunuh terang-terangan orang Islam, ustaz dan imam masjid juga banyak disertai orang Melayu.

Tetapi siapa Melayu-Melayu ini? Lihat contoh tukang komentar di blog Sakmongkol ini :

Anonymous zarm said...

Allright Saudara2ku,
Maaf ya..dalam DAP xder panggil Datuk,TanSri,Dato Seri bla..bla..bla...
Kitorang panggil semua hadirin dengan ungkapan Saudara jer.
Saya dah 10 tahun menyokong DAP dan dah jadi life member sejak PRK Permatang Pauh 2008.
Walau majoriti saudara kita Chinese..tapi banyak perbezaan dan keikhlasan yang kita nampak di mata pemimpin DAP.
Teruskan perjuangan untuk RAKYAT dan jangan berlandaskan bangsa.
Lagi lama dalam DAP akan lebih banyaklah perkara yang saudara akan fahami dan hayati keunikannya.
Janganlah pulak esoklusa saudara tampil di TV3suku megatakan yang blog saudara kena hack dan sebagainya.
PAS bukan tak baik...tapi kita yang tak cukup baik untuk join.Memilih DAP adalah cara terbaik bagi seorang rakyat Malaysia memecahkan tembok perkauman yang di bina oleh FANATIK UMNO.
Selamat datang SAUDARAku.

3 January 2012 13:48


Pertama, dia adalah yang anti-feudal. Membenci raja-raja Melayu dari sudut menerangkan bahawa tidak terpakai gelaran dari Raja-raja Melayu dalam DAP. Mungkin kerana pemimpin tua kerepot sebaya hutan Amazon di dalamnya tidak pernah dianugerahi gelaran dari Raja-raja Melayu.

Kedua, keengganan menyertai PAS atas dasar 'tidak cukup baik' bermaksud apa? Siapa yang mahu mengganggap diri mereka 'tidak cukup baik'. Adakah itu kenyataan paling manis bagi menggambarkan 'tidak cukup percaya'? Jika tidak cukup percaya, atas kepercayaan apa? Jika PAS memakai nama Islam, adakah tidak cukup percaya kepada kepimpinan PAS atau ahli-ahli PAS yang 99% beragama Islam. Atau mungkin ingin menyebut bahawa mereka tidak percaya Islam lagi.

Hanya dua sahaja jenis Melayu yang menyokong agenda DAP. Sama ada anti-raja dan anti-Islam. Mungkin sahaja Ariff Sabri pengikut Rasul Kahar atau Ayah Pin? Siapa tahu? Saya pun tak tahu. Haha.

Blogger Sakmongkol Pilih Sertai DAP?

Di saat rasisme DAP mencapai kemuncak dengan berbagai sikap, umpatan, cacian, bukan sahaja terhadap orang Melayu, malah terhadap orang India yang tunduk terhadap 'master-master Cina' mereka seperti M. Kulasegaran yang bertaraf Ahli Parlimen, seorang Melayu yang selama ini pernah menyedut wang-wang peruntukan secara langsung atau tidak dengan kapasiti ADUN atas tiket UMNO, dengan bangga menyatakan sokongan ke atas DAP.

Hamba sahaya tawanan terbaru DAP ini bernama Ariff Sabri. Dia membuat keputusan tersebut bersama-sama seorang lagi hamba sahaya bernama Aspan Alias.

Berikut kenyatannnya di blog Sakmongkol AK47 :

Hutang UMNO pada budi orang Melayu

Dalam masa seminggu ini saya di hujani soalan adakah benar saya dan saudara Aspan Alias akan memasuki DAP? Cuba baca berita yang mula2 di keluarkan olehMalaysian Insider. Disana di nyatakan bahawa tiada keputusan yang di capai. Ertinya, karya MI itu bersifat spekulatif. Demikian juga rencana yang di keluarkan oleh Free Malaysia Today.. Artikel itu juga bersifat spekulatif dan menimbulkan lebih banyak persoalan dari memberi jawapan. Tidakkah terfikir oleh sesiapa bahawa jika kami berdua cederung menyokong DAP atau parti lawan UMNO, sikap tersebut ialah kerana di dorongi oleh kepercayaan dan prinsip2 tertentu? Kita tidak boleh konsisten jika hanya di dorong oleh rasa frust, dendam dan sebagainya. Sikap konsisten hanya datang dari asas yang lebih stabil dan kekal- seperti di pacu oleh keyakinan dan kepercayaan kepada prinsip2. Sebagai contoh, kami berdua merasakan UMNO sudah bertukar watak menjadi suatu Frankenstein yang tidak lagi boleh di kawal. Ia menjadi wadah untuk mencuri harta benda rakyat, membelakangkan political decency, memanipulasi rule of law, dan paling dasyat sekali melupakan budi orang Melayu kepada UMNO. Dan kami telah lama menerima apa yang di sebut oleh Presiden UMNO yang paling lama mengetuai UMNO iaitu Dr Mahathir- yang menyatakan UMNO is rotten to the core dan kerajaan UMNO korap dari atas hingga ke bawah. Izinkan saya membawa perhatian orang Melayu kepada suatu perkara yang sangat tidak betul pada UMNO. Seringkali kita di banjiri dengan nasihat supaya orang Melayu mengenang budi UMNO. Tapi bagaimana pula dengan UMNO yang tidak mengenang budi orang Melayu? Bukankah UMNO itu hidup atas budi orang Melayu dan amanah yang di pertanggungjawabkan? Biarkan saya menyimpul pendekatan UMNO hari ini. pimpinan UMNO hari ini meniru apa yang John Kennedy ucapkan dalam pidato sulung ketika menerima perlantikan sebagai Presiden USA. Kita dapat membayangkan mana2 pemimpin UMNO hari ini menyatakan:- jangan tanya apa UMNO boleh lakukan kepada kamu, tanya apa yang kamu boleh lakukan kepada UMNO. Inlah titik tolak penentangan kami kepada UMNO kerana sikap seperti ini merosakkan orang Melayu. Ia menjadi orang Melayu peminta sedekah kepada UMNO. UMNO bukan pemberi rezeki orang Melayu yang beragama Islam.Sanggupkah kita menerima dan melihat orang Melayu tertunduk tunduk sebagai tambi suruhan? Inilah yang di lakukan oleh UMNO hari ini kepada orang Melayu. Bahagian pertama ungkapan tersebut- jangan tanya apa UMNO boleh lakukan kepada kamu- memberi pengertian bhawa UMNO itu tuan dan ahli nya adalah hamba. UMNO itu penaung dan rakyat adalah yang bergantung kepada mereka. UMNO itu bersifat ketuhanan yang mesti disembah kerana ianya pemberi segala rezeki kepada orang Melayu. Bahagian kedua ungkapan tersebut- tanya apa kamu boleh lakukan kepada UMNO membawa erti bahawa UMNO itu sesuatu yang perlu ditaati dan di takuti serta punca segala kesenangan untuk orang Melayu. Kedua2 bahagaian ungkapan tersebut merosakkan orang Melayu dan bertentangan dengan piagam orang yang berjiwa merdeka. Orang Melayu yang berjiwa merdeka akan melihat UMNO seabagi suatu wadah dengan dan melalui nya, mencapai obejektif 2 besar dalam masyarakat. UMNO bukan sesuatu yang mesti disembah atau dalam bahasa yang selalu di sebut oleh pimpinan UMNO- mesti mengenang budi UMNO.


Cukup hairan apabila sorang yang telah pada satu masa diberikan peluang, menyebut bahawa UMNO tidak boleh dipulihkan. Mungkinlah beruk tua ini merasakan Bahagian Pekan tidak dapat dikuasainya kerana berkurun dikepalai oleh Najib.

Namun itu masalah dia dan kawasan dia sendiri. Sedangkan UMNO mudah sahaja untuk ditempelak bila-bila masa hatta Ketua mana-mana Bahagian sekalipun masih boleh ditegur, ditempelak dan diberi nasihat jika ada kemahuan untuk melakukannya, dan bukan untuk menjadi hamba pak turut. Tetapi secara lisan. Bukan penulisan! Kerana UMNO adalah parti suruhan. Cuma yang bodoh sahaja menganggap diri mereka adalah tambi suruhan. Bukan hamba. Yang hamba ialah mereka yang meletakkan diri sebagai hamba sahaya seperti si Sakmongkol ini.

Demi menaiki tangga hirarki DAP tertinggi dalam kalangan Melayu Pahang amnya, Melayu Malaysia khususnya, Sakmongkol pasti dengan stupidnya sanggup memekakkan telinga pada ucapan-ucapan hinaan Melayu yang kasar dalam bahasa Cina dalam majlis-majlis DAP yang tentunya mengutamakan majoriti kaum Cina yang ramai kini semakin kurang mampu berbahasa Melayu dan Inggeris.

Setelah Tunku Aziz dan Zairil Khir Johari di dalam DAP, apa kebaikan hasil minda mereka untuk umat Melayu dan Islam negara ini yang dikeluarkan dari cirit-birit mulut DAP?

Ungkapan UMNO sebagai pembela, perlu dikenang jasa, disayangi, di bla bla bla, hanyalah metafora bagi yang faham, bukan bagi yang tenging seperti Arif Sabri yang buat-buat tak faham. Sudah tentulah selagi tuntutan rakyat dipenuhi, segala itu masih relevan dan rakyat berhak menolak UMNO dan menguburkannya bila sampai saat ramai Melayu perlu menyelongkar tong sampah untuk makan. (Mungkin anak-anak Arif Sabri kini dalam keadaan demikian, maka wajarlah.)

Sakmongkol boleh dianggap Melayu penagih kuasa dan publisiti ini kerana ingin memanjat tangga kepimpinan DAP tanpa mempedulikan hakikat bahawa DAP Pahang sendiri telah mempunyai ramai ahli yang berjuang sejak sekian lama. Siapa yang mahu angkat orang baru masuk sebagai pemimpin mereka?

Bodoh, tak boleh diajar.

Nga Kor Ming Tidak Nafikan Keterlibatan Syarikat Isterinya

Nga Kor Ming meroyan semalam saat mengemukakan saman ke atas Skupangdua berhubung tindakan blogger tersebut mendedahkan penawaran kerja menjahit kepada syarikat isterinya walaupun tawaran tersebut adalah tinggi berbanding tawaran lain.

Benar kita tahu bahawa harga paling rendah tidak menjamin sesuati bidaan itu berjaya kerana apa yang dinilai adalah kualiti. Tetapi apabila ia melibatkan soal kehadiran syarikat isterinya, ini telah melampaui batas ketelusan yang digunapakai dalam mana-mana pentadbiran kerajaan seluruh dunia. Malah dari lidah-lidah penipu DAP sendiri yang kononnya telus.

Kenyataan Nga Kor Ming dalam blognya sama sekali tidak menghuraikan apa yang dinyatakan oleh Ahmad Sufiyan (Skupangdua) berkait syarikat isterinya yang didaftar tergesa-gesa untuk pemberian tender tersebut melainkan penafian mentah semata-mata.

倪氏今日在诉状中指出,怡保市议员的西装合约是通过公开召标,由11人出席的召标小组全权决定,根本与倪氏无关。该小组做的决定完全独立,事前根本没有知会倪氏,因此部落格SekupangDua的文章纯属捏造、存心毁谤并中伤起诉人以打击倪氏崇高及备受尊重的良好形象。

Nga dalam samannya menyebut, Majlis Bandaraya Ipoh telah mengadakan panggilan bidaan terbuka yang dihadiri 11 pembida dan ini tidak ada kena mengena dengannya. Jawatankuasa telah membuat keputusan dengan bebas tanpa ada arahan darinnya dan dengan itu blog Skupangdua telah mengada-adakan cerita, memfitnah dan menjatuhkan imej Nga yang dihormati.


Maka adalah jelas bahawa Nga Kor Ming tidak menafikan bahawa syarikat isterinya telah terbabit dalam urusan tersebut melainkan hanya mengemukakan saman kepada Ahmad Sufiyan kerana isi kandungan artikel Skupangdua yang menyebut keterlibatan syarikat isterinya adalah atas arahan Nga Kor Ming.

Adakah patut untuk syarikat milik isteri kepada Exco Kerajaan Negeri pada ketika itu terbabit dengan bidaan?

Tanpa perlu memberi arahan sekalipun, adakah Ahli Majlis Bandaraya pada ketika itu yang hampir keseluruhannya adalah wakil DAP akan mensia-siakan bidaan isteri komander DAP negeri?

Bagaimana pula cerita Ngeh Koo Ham yang menggunakan jutawan Manjung untuk mengambil bangunan terbengkalai 15 tahun di Persiaran Green yang akhirnya dijadikan Tower Regency Hotel hari ini?

Lebih baik mengundi BN yang boleh ditegur ditempik daripada mengundi Pakatan Rakyat yang hanya akan menyaman anda seperti Singapura membungkam pembangkang.

Hee Yit Fong Ditohmah Lagi, BN Perak Perlu Jawab!

Fitnah ke atas Hee Yit Fong, ADUN Jelapang yang mengakui dirinya di kalangan OKU dan dihina oleh komander-komander korup DAP Perak yang mengakibatkannya berdiri sebagai ADUN Bebas hari ini, belum tamat.

Terbaru, sebuah blog bertajuk Finance Twitter yang membidas Raja Petra, mengungkapkan kononnya Hee Yit Fong menerima rasuah berjuta-juta ringgit supaya dia keluar parti dan membolehkan Perak yang ketika itu diperintah DAP melalui pelacurnya PAS, tumbang, dan Barisan Nasional dapat memerintah negeri.

Tetapi, mengapa dalam segala hal berkait Hee Yit Fong, tidak disebutkan keluh kesah rintihan wanita bertubuh kerdil yang bukan baru dalam politik DAP itu? Yit Fong mendakwa, dia dihina saat menuntut haknya sebagai seorang yang telah lama mewakili DAP dalam Dewan Undangan Negeri.

Perlu diketahui bahawa Yit Foong telah menjadi ADUN yang mewakili DAP sejak BN masih menguasai Perak dengan utuh dan kuat sebelum tahun 2008. Tidak semudah itu untuk seorang ahli politik tegar DAP menggadai perjuangannya melainkan dia dikhianati.

Seterusnya, jika DAP Perak sangat suci malah tidak korup dan menghabiskan wang memayungi blog-blog yang bias, bagaimana ADUN Malim Nawar, Keshvinder Singh boleh keluar parti itu setelah berbulan-bulan kerajaan DAP dijatuhkan di Perak?

Walaubagaimanapun MB Zambry perlu membuat penerangan secukupnya berhubung isu ini di mana ia bukanlah sesuatu yang enak didengar walaupun ia adalah kenyataan palsu yang boleh dipertikaikan di mahkamah oleh juak-juak kafir DAP yang disokong juak-juak pro-kafirin PAS ini. Berikut petikan tohmahan DAP ke atas Hee Yit Fong bahkan dengan menggelarkan wanita OKU tersebut sebagai pelacur. Inilah kualiti politikus Cina dalam berbahasa di negara ini:

And the trade-off was to crush Anwar in his capacity as the most influential political blogger in Malaysia. Actually it was a win-win trade between UMNO and RPK. UMNO can’t do anything to harm RPK further since he was under protection from the Godfather. Likewise, RPK can’t do any more damage to UMNO since he fled the country. So by becoming allies, both benefits from the new partnership. RPK will stop attacking UMNO with passport to come backwithout going behind bars plus some hard cash to go shopping at Bangsar Shopping Centre.

So why are you so surprise with RPK’s latest twist? He has his right to throw tantrum because Anwar didn’t call him while he was detained. He has his right to decide if it’s more rewarding to be with the corrupt regime or otherwise. He has his right to sulk because people treats Anwar as hero while he has to spend years in UK without Nasi Lemak, Teh Tarik, Roti Canai and whatnot(*grin*). And if the prostitute Hee-Apa-Nama was rewarded with tens of million of ringgit for jumping over, definitely RPK has the right to demandmore. After all, which ordinary person can resist the temptation of money, good food and freedom?