Rabu, Mei 22, 2013

UMNO Perlu Pembersihan Akar Umbi


Puas menegur pembangkang, tak salah teman menegur tunjang kerajaan, iaitu UMNO.

Di beberapa kawasan yang dimenangi UMNO, para 'mammoth' yang menjadi liabiliti kepada parti yang menduduki jawatan-jawatan tinggi peringkat komuniti terus berhidung tinggi. Merasa sedap atas usaha jerih perit orang lain. 

Mereka-mereka yang sebenarnya tanpa pengetahuan pihak atasan, tidak lagi dialu-alukan oleh penduduk setempat tetapi masih menganggap bahawa kemenangan calon UMNO di kawasan tersebut adalah atas usaha mereka. Mereka kah yang menjaga negara?

Ada cawangan yang masih mengekalkan Ketua Cawangan selama berbelas tahun. Bukan kerana tidak ada yang mahu menentang, bukan tak ada muka baru, tetapi mereka terbelajar dengan cara membungkam suara ahli UMNO yang lain dan menguruskan sesebuah Cawangan dengan tidak demokratik. Belajar dari DAP? Atau DAP belajar dari mereka? Atau perlu kah mereka masuk DAP?

Selalunya, perilaku sebeginilah yang menjauhkan orang ramai dari parti. Dari situlah mula mereka dihasut untuk memihak parti lain. Yang kena getah ialah pemimpin atasan yang sentiasa memikirkan cara membantu mereka. Buktinya, ramai berjenis BR1M mereka ambil, undi tetap pembangkang. Jika bukan masalah dari pemimpin akar umbi, tak mungkin mereka tercari-cari dakyah pembangkang untuk dianuti.

Teman pernah disanggah, hal parti bincangkan dalam parti. Tetapi jika muka-muka mammoth itu terus dipertahankan pihak tertinggi atas dasar 'kawan baik sekian lama', rentikan ler nak berbincang. Inilah jalan terakhir.

INGATLAH, pilihanraya melibatkan rakyat keseluruhannya. Calon memang melibatkan parti. Tetapi bukan hanya ahli parti yang mengundi semasa pilihanraya. Ahli parti hanya 2 - 5% dari pengundi. Kita perlu tunjukkan sebuah organisasi yang disenangi 95 - 97% yang lain.

Mengekalkan pemimpin masyarakat yang tidak disukai masyarakat hanyalah liabiliti kepada Ketua Bahagian  atau Ahli Parlimen. Liabiliti kepada mereka yang bekerja menggerakkan sokongan tanpa dipandang 'para mammoth' ini walau sebelah mata. Menjadi liabiliti kepada para pejuang maya pro-BN yang berjuang di alam nyata mahupun cyber.

Ada Cawangan yang mempunyai ketua yang sanggup untuk tidak meluluskan permohonan keahlian UMNO dari golongan yang kononnya sedikit terpelajar, sedikit berotak dan sedikit berpandangan jauh dari mereka.

Ada Cawangan yang memboloti jawatan JKKK yang meliputi beberapa kampung dan tetap mahukan jawatan Ketua Kampung yang didiaminya. Tetapi bila rakyat beratur memohon sekadar sokongan, birokrasinya seperti negara Uganda. Tentu jauh lebih buruk dari negara Botswana. CPI mereka dua kali ganda di hadapan kita. Jangan tak tahu.

Dikhabarkan, ada yang minta diberitahu oleh orang rumah bahawa dia 'tak ada'. Majukah kita di peringkat bawahan dengan pemimpin sebegini? Orang bukan tuntut duit. Orang tuntut tanggungjawab dia. Memang hak mereka untuk menuntut!

Walaupun persepsi membenci sang pemimpin masyarakat kedengaran di mana-mana, muka tebal mereka kini telah ditebalkan lagi dengan kemenangan calon UMNO di kawasan tersebut. Persoalannya adakah pemimpin atasan yang menang ini tahu bahawa di peringkat bawahan, orang ramai tidak suka langsung dengan kelompok raja kelas bawahan  ini?

Memanglah segalanya baik sempurna sifatnya kerana penentangan tidak dipertonjolkan kerana penyokong UMNO masih ramai, yang mengagumi Ketua Bahagian dan Presiden UMNO. Tetapi jika 'mammoth-mammoth' ini masih menjadi perantara mereka, sampai bila ia akan bertahan? 

Kita tahu bahawa UMNO telah sedar, menyokong rejuvenikasi dan mahu lebih dekat dengan rakyat, adalah segera untuk bertindak hari ini dalam merubah struktur akar umbi yang tua, karat, tidak relevan dilihat sebagai Little Napoleon , tidak mesra orang ramai, penyusahcara dan berhidung tinggi - yang segalanya berpunca dari berakar umbinya punggung mereka di kerusi-kerusi jawatan peringkat komuniti tersebut.

Mendengar keluhan 10 orang di luar lingkungan kita adalah lebih rasional dari mendengar ampuan 1000 orang yang di kalangan kita-kita sahaja.

Beruntunglah mereka kerana demi masa depan anak cucu mereka, ada yang berjuang tanpa mengharap balasan apa-apa dari golongan yang dipulau masyarakat ini, tetapi masih menongkat langit dengan ranting tua.

Kali ini, kita perlu ubah. UMNO perlu 'diperbaharui' agar masyarakat lebih yakin dengan kita. Begitu juga para pemimpin masyarakat yang menyembunyikan kepada peringkat atasan bahawa dia sebenarnya ditolak oleh masyarakat sejak sekian lama.

Untuk itu, seruan teman ke seluruh pelusuk negara, haruslah para pelapis muda yang berkelayakan mula menggerakkan pasukan untuk merubah lanskap UMNO akar umbi yang tidak menyenangkan rakyat lagi mulai sekarang bagi persediaan menghadapi pemilihan UMNO hujung tahun ini.

Usaha Anwar Burukkan Negara Di Indonesia Berterusan Lagi



"Seharusnya Kami yang Menang"

Pakatan Rakyat, kata Anwar, meraih 53%. Barisan Nasional hanya 45%.


Menurut anda, apakah pemilihan umum Minggu lalu telah berjalan bebas dan mewakili rakyat?
Justru itu isu yang sedang kami bantah sekarang, Soal kecurangan-kecurangan yang terlihat jelas sekali. Meskipun begitu dukungan rakyat masih terlihat kuat kepada koalisi Pakatan Rakyat.

Contohnya salah satu yang kami teliti sekarang, baik yang terperinci maupun yang mutakhir, di tanah Melayu kami meraih suara 53,03 persen. Sementara koalisi Barisan Nasional hanya memperoleh 45,07 persen suara.

Tapi yang menang malah koalisi Barisan Nasional. Justru ini yang aneh. Sedangkan versi nasional menyatakan Pakatan Rakyat memperoleh angka 51 persen dan Barisan Nasional 47 persen.

Angka 51 dan 47 ini versi siapa?Itu versi Komisi Pemilu. Lima puluh satu persen itu dengan segala penipuan, kecurangan, dan datangnya orang-orang asing dari Bangladesh dan Myanmar ikut memilih sebagai pemilih bayangan. Bayangkan kalo pemilu dilakukan secara bersih. Saya rasa kami akan dengan mudah meraih suara hingga 60 persen
Jadi seharusnya yang dinyatakan sebagai pemenang adalah koalisi oposisi?Ya. Namun untuk saat ini kami sedang membuktikan dulu bahwa Komisi Pemilu bersekongkol dengan pihak pemerintah. Kami memiliki foto dan video ada pemilih asal Bangladesh dan Myanmar yang dikirim oleh polisi untuk ikut memilih.
Apakah ada juga tenaga kerja asal Indonesia yang dimanfaatkan sebagai pemilih bayangan?Sudah berkurang jumlahnya. Karena dukungan terhadap oposisi dan Anwar lebih kuat. Mereka pernah diiming-imingi untuk bekerja di Malaysia, tapi diberikan gaji pembantu, dan mereka tetap memilih Anwar.
Anda sebelumnya juga mengatakan ada kecurangan pada tinta pemilu?Mereka sengaja menggunakan tinta yang tidak tahan lama. Tinta itu bisa dicuci dan dapat hilang. Kami curiga ada pemilih yang bisa memilih dua atau tiga kali. Kami memiliki bukti yang cukup, ada empat orang yang memilih partai  yang sama sampai tiga kali.

Bisa disebutkan di daerah mana saja yang terbukti ada kecurangan?Kecurangan yang terbukti terjadi di 30 negara bagian. Bukan hanya satu tapi banyak yang sudah dicek.
Rencananya mau diserahkan ke siapa barang bukti kecurangan yang anda miliki?Kami akan melaporkan polisi dan komisi pemilu ke pihak berwenang. Yang Pakatan Rakyat ingin ubah adalah sistemnya. Setelah itu, kami serahkan kepada rakyat. Dokumen dan rekaman video ini akan kami serahkan kepada media massa dan akan kami unggah ke Youtube.

Kami akan mengeluarkan semua bukti ini ke media sosial karena di tingkat atas semua dikontrol oleh pemerintah. Rakyat saat ini marah sekali karena pemilu dicurangi oleh pemerintah, bekerja sama dengan komisi pemilu yang tidak bebas.

Anda menuntut penghitungan suara pemilu. Betul begitu?Iya. Tapi tidak perlu semua dihitung ulang. Kami hanya menuntut penghitungan ulang di daerah yang terbukti ada kecurangan.
Pada pemilu awal 30 April lalu, ada setengah juta pemilih yang memilih. Dan ini tidak dipantau sama sekali. Wakil partai oposisi tidak diberikan izin untuk memantau.

Padahal yang memilih saat itu sekitar 30 persen (dari pemilih total). Jadi ini sudah ada penipuan.

Menurut anda, dibandingkan pemilu lima tahun lalu, pemilu kali ini seperti apa?Pada pemilu kali ini, sebelumnya ada kepanikan di tengah masyarakat untuk menolak mereka. Akhirnya pemerintah terdesak dan melakukan penipuan, karena hasil yang terlalu kentara oposisi akan menang.

Apakah masyarakat yang menolak termasuk etnis China. Terbukti masyarakat China yang sebelumnya memilih pemerintah lalu beralih ke oposisi?
Partai UMNO dan Perdana Menteri Najib Razak menyebut ini "tsunami China". Itu dilakukan untuk mengelabui mata rakyat supaya orang Melayu marah. Tapi jika dilihat lagi faktanya, jumlah pemilih China tidak banyak, hanya 25 persen, membuktikan masyarakat Melayu masih kuat. Mereka ingin
mengadu domba China dan pribumi.

Dari sistem demokrasi yang ada di Indonesia, apa yang bisa dipelajari oleh Malaysia untuk pemilu lima tahun mendatang?Indonesia sudah lebih maju sistem pemilunya dan berlangsung bebas. Kalau calon presiden di Indonesia bisa berdebat. Sementara di Malaysia, Najib menolak berdebat dengan saya.

Secara objektif ada ruang di mana kita harus mempelajari pemilu dari Indonesia. Walaupun saat ini masih ada permasalahan kesenjangan kaya dan miskin, korupsi, tapi secara institusi demokratis bisa dipelajari.

Tapi pimpinan UMNO ini terlalu arogan. Bagi mereka Indonesia itu cuma soal TKI saja. Mereka seharusnya memiliki sikap yang lebih realistis menerima kenyataan bahwa Indonesia dari sudut pandang memantapkan demokrasi dan pengurusan pemilu yang jujur dan adil harus dipelajari pengalamannya.

Malaysia seharusnya mengundang komisi pemilu Indonesia untuk memantau pemilu di Malaysia, tapi komisi pemilu di sini tidak bersedia.(np)

PAS Terus Membudayakan Nyalaan Lilin

Mereka tak ramai di Kedah, tetapi cukup untuk merogol akidah juak-juak PAS ibarat pelaku maksiat melanggan pelacur tanpa membayar. Sedih. Maka ajaran asing dianuti. Menyalakan lilin demi pembebasan penyeru anarki yang ditahan polis. Pernahkah segelintir yang menakluk pemikiran mereka ini turut menadah tangan ketika mereka berdoa? Tetapi bab meniru agama mereka, sangat-sangat bersegera bahalol-bahalol PAS ikut. Bahasa kasar sangat? Adakah orang gila perlu dilayan dengan halus dan lemah lembut? Lihatlah serendah mana Tuhan telah menjadikan mereka itu di mata umat yang mengerti. Pun belum sedar.



Nyalaan api solidariti? Untuk Adam Adli? Tak ada bacaan doa untuk dia selamat? Hanya nyalaan api? Ini bukan budaya kita, ini dah masuk budaya kristian dan majusi. Wow!! Pas sudah berubah, makin hebat makin advance! Tahniah Pas!! KLIK UNTUK BACAAN LANJUT

Lagi Ayat Celaka Ngeh Koo Ham

Jika UMNO atau Utusan menyebut perkataan 'Cina' teruslah para celaka menyebutnya sebagai 'perkauman'. Tetapi puak celaka telah menggantikan perkataan 'Melayu' dengan 'UMNO' tanpa Melayu mabuk sedar, bagaimana pula?

Menurut puak pencelaka, Melayu mabuk yang sentiasa mengikut bau punggung mereka kini bukan lagi Melayu. Kerana sebaik sahaja menyokong puak pencelaka, mereka juga perlu menyokong penghapusan hak kelebihan orang Melayu, menyokong istilah Melayu adalah pendatang dan menentang terma 'Bumiputra' beserta Dasar Ekonomi Baru.

Sifat kurang ajar pencelaka boleh dilihat seperti di bawah :

" MCA patuh membuta tuli kepada UMNO, kini patuh membuta tuli kepada Sultan? MCA tidak boleh membuat keputusan sendiri? Bagaimana hendak berkhidmat kepada rakyat"

Begitulah ayat Ngeh Koo Ham Ka Chan ini dalam siaran Twitternya bertarikh 15 Mei 2013. 

Kini "Kementerian Pendidikan" Semula


Penggabungan selesai sebulan

Muhyiddin Yassin beramah mesra dengan Menteri Pelajaran II, Datuk Seri Idris Jusoh; Timbalan Menteri Pelajaran I, Datuk Mary Yap Kain Ching dan Timbalan Menteri Pelajaran II, P. Kamalanathan sejurus tiba di Kementerian Pelajaran bagi memulakan tugas sebagai Menteri Pelajaran di Putrajaya, semalam. - BERNAMA

PUTRAJAYA 21 Mei - Proses penyeragaman struktur Kementerian Pelajaran dan Kementerian Pengajian Tinggi (KPT) yang digabungkan di bawah satu kementerian dan akan dikenali sebagai Kementerian Pendidikan dijangka selesai dalam tempoh sebulan lagi.

Timbalan Perdana Menteri, Tan Sri Muhyiddin Yassin berkata, proses tersebut bertujuan meningkatkan lagi kualiti pengajaran dan pembelajaran dalam sistem pendidikan di negara ini.

Beliau yang juga Menteri Pelajaran berkata, cadangan menamakan kementerian yang menggabungkan dua entiti itu sebagai Kementerian Pendidikan akan dikemukakan kepada Perdana Menteri, Datuk Seri Najib Tun Razak dalam tempoh terdekat ini.

"Proses pencantuman kedua-dua kementerian ini bukan sesuatu yang sukar kerana Kementerian Pelajaran menumpukan kepada sekolah rendah dan menengah yang telah dilakukan sekian lama, manakala KPT pula berurusan dengan pendidikan tinggi yang sehingga kini telah dilaksanakan dengan baik dan cemerlang oleh kepimpinan terdahulu.

"Saya juga telah mengadakan perbincangan dengan Ketua Setiausaha Negara (Datuk Seri Dr Ali Hamsa), Ketua Pengarah Perkhidmatan Awam (KPPA) (Datuk Mohamad Zabidi Zainal) dan kepimpinan tertinggi kedua-dua kementerian," katanya kepada pemberita selepas mengadakan pertemuan dengan barisan pegawai dan kepimpinan tertinggi KPT di sini hari ini.


Artikel Penuh: http://www.utusan.com.my/utusan/Dalam_Negeri/20130522/dn_01/Penggabungan-selesai-sebulan#ixzz2Ty7pMfi0
© Utusan Melayu (M) Bhd 

Venus Cheng Gadis Pengganas Cina

Hairan bagaimana sundal semuda ini boleh sebiadap ini? Ketahuilah, sejak dahulu, spesis ini telah menjadi gundik komunis di dalam hutan bagi merelakan diri dijadikan santapan seks komunis haramjadah dan selalu ditembak mampus oleh tentera kita.

Sundal ini wajar ditangkap atau sekurang-kurangnya diusahakan untuk ditangkap melalui apa juga kaedah yang ada melibatkan dua negara. Itupun kalau dia benar-benar berada di luar negara. 

Kebanyakan spesis female bastard ini sengaja menipu lokasi.  Jika semasa kes sabotaj gereja dahulu, pihak PDRM dengan segera menangkap 'penjenayah Facebook'. Mengapa apabila melibatkan kaum yang ini, polis kelihatan berlembut? Jika alasan berada di luar negara itu tidak membolehkan apa-apa tindakan dibuat, maka secara rasminya, itulah kaedah yang dibenarkan untuk melakukan kebiadabapan. 

Baiklah. Maknanya, dengan mudah sahaja penetapan lokasi dibuat dan anda akan 'dibenarkan' melakukan provokasi melampau (?)