Senin, 07/03/2011 16:25 WIBJakarta - Pesawat milik maskapai Pakistan International Airlines (PIA) dipaksa mendarat di Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar. Kini penumpang pesawat tersebut tengah didata oleh otoritas Lanud Hasanuddin.
"Penumpang pesawat 54 orang (sebelumnya ditulis 49) dan masih didata. Karena masih didata, kita belum tahu isinya warga negara mana," ujar Kapuspen TNI Laksma Iskandar Sitompul saat dihubungi detikcom, Senin (7/3/2011) pukul 16.10 WIB.
Apakah benar di dalam pesawat tersebut terdapat militer Malaysia? "Kami belum tahu, karena pendataan membutuhkan waktu. Yang jelas pesawat itu terbang di teritori kita tanpa izin," terang Iskandar.
Hal yang sama disampaikan Kadispen AU Marsma Bambang Samoedro. Pengecekan identitas penumpang masih dilakukan. Selama perizinan belum dipenuhi, pesawat masih akan ditahan di Lanud Hasanuddin.
"Pesawat tersebut dicegat dan dipaksa (mendarat) oleh 2 Sukhoi kita. Tidak ada perlawanan, karena itu kan pesawat komersil," ujar Bambang.
Teman tak kisahlah kalau orang Cina tak bersifat patriotik sebab orang Melayu sendiri tak kurangnya lemah dalam patriotisme. Diludah, dibakar bendera, dilempar tahi malah dicepuk studentnya di Indon, tapi masih nak juga ke Indon. Terbaru, media Indon buat hal lagi. Kisah sebentar tadi berlaku di mana pesawat Pakistan ditahan di Makasar, dalam perjalanan Dili - Kuala Lumpur kerana didakwa tiada izin melintas udara Indon. Soalan yang dimainkan ialah, apakah pesawat tersebut membawa pegawai tentera Malaysia? Mereka belum reda lagi kebiadaban dan ketaksuban mereka untuk menentang negara ini.
Akhirnya, disahkan bahawa semua penumpang adalah orang awam. Kunjungan beribu-ribu orang negara ini menghabiskan berpuluh-puluh ribu ringgit sehari di negara mereka tidak dianggap menguntungkan. Mereka yang bodoh, atau kita yang bongok? Anda fikirkan. Bagi teman, no more Indon. Penerbangan ke Jakarta 25 Mac, teman batalkan.

