Isnin, Julai 15, 2013

Bermula 1 Januari 2014, 1 Rupiah Bersamaan 30 Sen

Indonesia akan melaksanakan pemangkasan tiga angka kosong pada nilai Rupiah bermula pada 1 Januari 2014. Ini bermakna, nilai Rupiah selepas itu ialah Rp 1,000 menjadi Rp 1. 

Dengan itu, nilai tukaran Rupiah kepada Ringgit akan menjadi Rp 1.00 bersamaan RM 0.30 (berdasarkan tukaran semasa pada waktu ini) selepas berlakunya proses tersebut.

1 Januari 2014, Perubahan Rp 1.000 Jadi Rp 1 Bakal Dimulai

Herdaru Purnomo - detikfinance
Senin, 15/07/2013 12:08 WIB

Jakarta - Pemerintah bersama DPR siap membahas mengenai Rancangan Undang-undang (RUU) Redenominasi. RUU yang bernama Perubahan Harga Rupiah tersebut bakal diselesaikan di tahun 2013 ini.

Dalam RUU Perubahan Harga Rupiah tersebut, tertuang waktu pelaksanaan proses penyederhanaan rupiah akan dimulai 1 Januari 2014.

"Jadi nanti jika telah disahkan menjadi Undang-undang redenominasi akan dimulai pada 1 Januari 2014," ungkap anggota Pansus Redenominasi Arif Budimanta kepada detikFinance, Senin (15/7/2013).

Namun Arif bakal menelisik lebih jauh RUU yang menurutnya tidak jelas tersebut. "Jadi lebih banyak isinya mengenai pelaksanaan, tata cara, tata waktu mengenai redenominasi. Menurut kami secara substansi dan momentum saja masih banyak rakyat yang belum paham," ungkapnya.

"Apalagi ini kita dihadapkan dengan suasana inflasi yang menjulang," imbuh Politisi PDIP ini.

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) sendiri optimistis kebijakan redenominasi tidak akan sulit dipahami masyarakat awam termasuk yang berada di pedesaan. Pasalnya, banyak masyarakat yang sudah mengenal mata uang asing.

Redenominasi merupakan penyederhanaan rupiah tanpa mengurangi nilainya. Intinya rupiah akan dihilangkan angka nol-nya. BI sendiri mengungkapkan 3 angka nol lebih tepat dihilangkan, jadi Rp 1.000 akan menjadi Rp 1 nantinya.

Bakal Jadi Inspirasi Puak BiaDAP Untuk Hina Islam Lagi

Jika hanya dipanggil SKMM untuk disoal siasat 30 minit dan dilepaskan untuk menanti tindakan pihak lain yang belum tentu ada, pasangan sundal porno Cina ini menjadi inspirasi kepada lebih ramai biaDAP untuk melakukan perkara yang sama - menghina umat Islam dengan cara yang cukup menyakitkan hati - di masa depan.

Tindakan para biaDAP ini tentu sahaja seperti biasa menanti untuk disokong pemuka-pemuka kafir yang terdiri dari Melayu bangsat yang memakai nama seakan-akan orang Islam.

Kita boleh sahaja menghina mereka dengan contohnya membuat karikatur Dewa Kekayaan mereka sedang diliwat oleh Lim Kit Siang penuh rakus demi PRU13 lalu tetapi tentulah kita orang Melayu tidak tergamak berperlakuan sedemikian kerana Islam membataskan  kita dan secara asasnya dalam berintepretasi agar tidak mengundang penghinaan ke atas Islam semberono tanpa ilmu pengetahuan.

Malangnya, jika perlakuan biaDAP puak haram jadah seperti dua sundal porno ini tidak diambil tindakan dan hukuman seperti yang dicadangkan dengan penuh geram oleh beberapa tokoh Cina, tiada pelajaran keras lagi pahit yang bakal dipelajari oleh kumpulan biaDAP ini. Malah akan melahirkan lebih banyak lagi seperti Namewee melahirkan dua sundal porno ini.


Seperti biasalah, SKMM hanya mengambil keterangan, pihak Polis akan melakukan sisatan dan tangkapan tetapi pihak yang lebih penting adalah Jabatan Peguam Negara. Merakalah yang melakukan pendakwaan di Mahkamah. Namun apabila ianya melibatkan Jabatan Peguam Negara, apakah kita yakin kes ini akan dibawa ke mahkamah? SKMM hanya berupaya mengambil kenyataan Alvin dan Vivian selama setengah jam, selepas itu bebas. Segala hukuman diletakkan pula kepada keputusan pihak lain. Itu je?

Mungkin ada di antara kita yang sudah terlupa apa yang berlaku di dalam kes enam individu yang memijak kepala lembu di dalam satu himpunan di hadapan Bangunan Sultan Salahuddin Abdul Aziz Shah di Shah Alam pada 28 Ogos 2009. Kesemua mereka adalah Melayu Islam. Ada yang dipenjara dan ada yang didenda. Tolak campur kedua-dua kes ini hampir serupa iaitu penghinaan terhadap Agama. Takkan pasangan Cina ini terlepas kot sepertimana kes Namewee? Mungkin Peguam Negara ada jawapannya?
 
Bacaan lanjut : CUCU TOK SELAMPIT

 

 


Arsenal Belasah Indonesia 7-0


Penyokong bolasepak Indonesia meluahkan rasa amat kecewa mereka di portal-portal berita Indonesia sesudah perlawanan Indonesia - Arsenal berkesudahan pasukan negara tersebut kalah 7-0. 

Mereka mula membanding-banding kemenangan Thailand ke atas Manchester United 1-0 dan kekalahan Malaysia kepada Arsenal 2-1 pada perlawanan persahabatan yang lepas.

Indonesia Digilas Arsenal 0-7

Rossi Finza Noor - detikSport
Minggu, 14/07/2013 22:47 WIB

Jakarta - Indonesia dibuat tak berdaya saat berhadapan dengan Arsenal di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Minggu (14/7/2013) malam WIB. Di akhir pertandingan The Gunners meraih kemenangan telak 7-0.

Meski bertajuk ujicoba, Arsenal tampil serius sejak peluit pertama dibunyikan wasit. The Gunners pun langsung mengurung pertahanan Indonesia sejak menit pertama pertandingan.

Theo Walcott mengantar Arsenal meraih keunggulan 1-0 saat jeda babak pertama datang. Dan di paruh kedua 'Gudang Peluru' mengeluarkan semua amunisinya untuk memberondong pertahanan Indonesia, yang pada akhirnya menghasilkan enam gol tambahan.

Chuba Akpom menambah keunggulan Arsenal tak lama setelah turun minum. Olivier Giroud menambah dua gol lagi di pertengahan babak kedua untuk mengubah skor menjadi 4-0. Tujuh menit sebelum pertandingan tuntas Lukas Podolski mencatatkan namanya di papan skor untuk mengubah kedudukan jadi 5-0.

Dua gol terakhir Arsenal dilesakkan oleh pemain muda, Kris Olsson dan Thomas Eisfeld masing-masing di menit 85 dan 86.