Niat TLDM untuk membantu Indonesia membebaskan anak kapal mereka yang ditawan oleh lanun Somalia dengan pantas dianggap sebagai satu sindiran. Namun, ahli politik Indonesia yang seorang ni, bercakap dengan nada berhati-hati :
Kamis, 14/04/2011 14:42 WIB
Hidayat: Semoga Tawaran Malaysia Bebaskan ABK Bukan Sindiran
Febrina Ayu Scottiati - detikNews
![]()
Jakarta - Anggota Komisi I DPR Hidayat Nur Wahid berharap tawaran Malaysia untuk membantu membebaskan MV Sinar Kudus yang disandera bajak laut Somalia tulus, bukan sindiran. Ia berpendapat perlu pengamanan yang cukup bagi kapal Indonesia.
"Semoga tawaran dari Malaysia bukan sindiran ke TNI kita. Memang pernah Malaysia sukses bebaskan sandera dari pembajak Somalia. Semoga tawaran mereka tulus, dan mudah-mudahan ini sebuah tradisi bagus untuk menyelesaikan masalah di laut, di lapangan," papar eks Ketua MPR di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (14/4/2011).
Hidayat menuturkan, banyak sekali ketegangan antara nelayan Indonesia dengan nelayan Malaysia. "Semoga ke depan ada kerja sama yang bagus," ujarnya.
Menurut dia, peristiwa ini sebaiknya dijadikan pelajaran ke depan.
"Harus ada pengamanan yang cukup bagi kapal RI. Menurut info yang saya tahu, sebaiknya kapal berkecepatan 18 knot per jam. Tetapi yang saya tahu kapal RI batasnya hanya 12 knot per jam, jadi bisa dikejar oleh para pembajak," paparnya.
P/S : tak payah tolong.
