
Teman prihatin jugak lah kalau-kalau ada yang mencari kesempatan untuk memburukkan 'anu-kerah' yang sorang ni. Yer lah. Teknik ubahsuai di Malaysia ni kan dah terlalu 'maju'. Filem-filem Malaysia kan dah 'setaraf Hollywood'. Malah Hollywood pun 'tak boleh lawan' teknik edit filem Malaysia.
Kisah Anwar dan video seks itu telahpun menular ke Indonesia. Siap gambar 'sepat kering' sedang memegang 'ikan duri kering' yang sibuk menayang perutnya yang kempis. Mungkin selepas pekena Jusmate5 Dr. Rozmey kan? Haha.
Selasa, 22/03/2011 12:01 WIB
Anwar Ibrahim: Saya Bukan Orang di Video Seks Itu
Nurul Hidayati - detikNews
Kuala Lumpur - Video seks seorang pria mirip tokoh oposisi terkemuka Malaysia mengguncang arena politik negeri jiran. Anwar Ibrahim secara tegas membantah bahwa ia adalah orang dalam video itu. Dia menyebut kabar itu adalah 'serangan keji' pada dirinya.
"Saya dengan pasti menyangkalnya," kata Anwar seperti diberitakan media Malaysia The Star, Selasa (22/3/2011). Dia menyatakan, dia diberitahu bahwa orang dalam video tampak mirip dengan dia tapi dengan perut yang lebih buncit.
"Perutnya lebih besar daripada saya. Lihatlah perut saya, perut saya kecil," gurau Anwar, yang berdiri untuk menunjukkan perutnya, di sebuah konferensi pers semalam. Dia diapit oleh istrinya, Datuk Seri Dr Wan Azizah Wan Ismail dan pemimpin partai lainnya.
Mereka yang hadir tertawa sedang Anwar tersenyum menunjuk perutnya, sementara Wan Azizah ada di sampingnya. Pasangan ini berada dalam suasana hati yang riang ketika mereka berpose di depan kamera.
Seorang pria yang menyebut dirinya 'Datuk T' menunjukkan video seks bertanggal tanggal 21 Februari itu, kepada wartawan secara bergiliran pada Senin (21/3) pagi. Video seks itu terekam di sebuah kamar hotel.
Anwar yang mengaku belum menonton video itu menyatakan, dia berada di rumah bersama staf, istri, anak-anak dan cucunya saat hubungan seksual yang dituduhkan itu terjadi.
Sungguh hebatlah kan kalau teknik edit di Malaysia ni boleh sampai ke tahap menukar muka pelaku adegan seks ni kan? Tapi siapa boleh sangka? Sedangkan Hollywood pun kagum dengan Mat Sentul yang boleh edit filem hitam putih sebelum demer mampu edit lagi di tahun 60an.
Tapi teman berpegang pada komen seseorang pembaca Detiknews lah kan. Komennya berbunyi begini :
kong 
ngaco 