Wednesday, February 19, 2014

MAS rugi RM 1170 juta , Garuda untung RM 31 juta



MAS yang mengalami kerugian 3 kali ganda berbanding kerugian 2012 pada tahun lalu, diberitakan di  DetikFinance, Indonesia sebagai bermasalah dalam menghadapi kenaikan harga bahan api. 

Malaysia Airlines menyatakan mengalami rugi besar. Sepanjang 2013 lalu, maskapai ini mengalami kerugian 1,17 miliar ringgit atau sekitar Rp 3,5 triliun.
Selasa, 18/02/2014 18:41 WIB - http://finance.detik.com


Tetapi pada 10 Februari lalu, laporan media tersebut menyebut bahawa Garuda, penerbangan GLC Indonesia, mencatat untung RM31.36 juta pada tahun lalu.

Garuda masih bisa meraup laba US$ 11,2 juta (Rp 112 miliar) di akhir 2013 meski di tengah harga avtur yang melambung gara-gara pelemahan nilai tukar rupiah.
Senin, 10/02/2014 16:56 WIB - http://finance.detik.com

Laporan berikutnya menyebutkan bahawa pendapatan Garuda Indonesia yang 50% dalam Dollar Amerika menyelamatkan Garuda dari mengalami kerugian.

Garuda Indonesia masih bisa meraup untung Rp 112 miliar di 2013, meski harga avtur melambung karena dolar yang terus menguat. Apa alasannya?
Senin, 10/02/2014 18:38 WIB - http://finance.detik.com


Namun laporan di bawah dari media yang sama turut menyebut dipetik dari Reuters bahawa MAS akan membeli 100 pesawat lagi.

Malaysia Airlines System Bhd. (MAS) berencana memesan 100 pesawat baru. Maskapai asal negeri jiran ini sudah mencatat rugi dalam tiga tahun terakhir.
Rabu, 19/02/2014 11:38 WIB - http://finance.detik.com


Jadi agaknyalah mungkin MAS rugi kerana  kurang bergantung pada dollar dalam meraih pendapatan. Agaknya lah. 

Ini kerana kerugian besar berlaku MAS ketika pendapatannya naik 10% berbanding 2012 kepada RM 15 billion. Kos biaya operasi berada pada kadar RM14.9 billion dan kenaikan bahan api serta kejatuhan ringgit berbanding dollar menjadikan kerugian melebar sebesar itu.

*avtur = bahan api kapal terbang