Rabu, Julai 11, 2012

Merdeka Center : Hanya 9% Penduduk Pulau Pinang 'Berhati Mulia'



Di negeri yang dikuasai golongan oportunis yang rakus mentekedarah mana yang sempat, rakyatnya juga semakin berubah ke arah sikap yang terbawa-bawa oleh pemerintah mereka yang angkuh lagi sombong itu.
Ini menjadi penentu nasib seorang balu, Tan Kim Chuan yang dibiarkan pengsan tidak sedarkan diri selama 7 minit walaupun dia dilintasi oleh 10 pejalan kaki selepas dia pengsan di atas jalan pada ketika itu. 
Tan yang diragut dari belakang tersembam ke jalan raya dan hanya diselamatkan 7 minit kemudian oleh seseorang yang prihatin, mati 9 jam kemudian di Hospital Pulau Pinang.
Jika mengikut kaedah statistik Merdeka Center yang menjadi alat pembangkang berpropaganda, jelaslah di sini 1 dari 11 orang di Pulau Pinang sahaja yang layak digelar manusia. Ini memberi indikasi, hanya 9% orang baik di Pulau Pinang. Selebihnya, lu fikirlah sendiri.
Ini bukan telahan saya. Ini adalah bagaimana kaedah Merdeka Center yang menemubual beberapa kerat dan memakaikan statistiknya untuk 30 juta rakyat.
Dalam Islam, pemerintah adalah cerminan rakyat. Buruk kelakuan rakyatnya, maka buruklah sikap pemerintahnya. Dalam kes Pulau Pinang, ini nampaknya terserlah.

GEORGE TOWN: A 60-year-old widow, who had just moved into the Rifle Range flats two weeks ago, died nine hours after she was injured in a snatch theft. 
Tan Kim Chuan was walking alone by a road near Block J of the flats at around 6.02am when her handbag was snatched by a motorcyclist. 
A CCTV camera installed at one of the blocks showed the lone motorcyclist suddenly grabbing Tan's handbag from behind, causing her to fall and knock her head against the floor. 
The CCTV footage also revealed that 10 people walked past her but did nothing as she laid unconscious on the ground for seven minutes. A kind-hearted passer-by then alerted the police.
Although she was immediately rushed to Penang Hospital, Tan was pronounced dead at 3.45pm. 
George Town OCPD Asst Comm Gan Kong Meng, who confirmed the death, said police had located her next-of-kin, a 31-year-old nephew. 
ACP Gan said police had also obtained the CCTV recording from the Rifle Range Community Development and Security Committee to assist in their investigation. 
“We are zeroing in on the suspect. Those with information can contact the nearest police station,” he said.

Kuala Lumpur, Peristiwa tragis dialami seorang janda tua di Malaysia. Wanita berumur 60 tahun itu meninggal hanya beberapa jam setelah terluka saat dirinya dijambret di jalanan. 
Wanita bernama Tan Kim Chuan tersebut sedang berjalan seorang diri dekat Blok J flat Rifle Range di George Town, Penang pada Selasa, 10 Juli sekitar pukul 6 pagi waktu setempat, ketika tiba-tiba tasnya dijambret seorang pria pengendara motor. 
Diketahui bahwa wanita itu seperti diberitakan harian Malaysia, The Star, Rabu (11/7/2012), baru saja pindah ke kawasan tersebut 2 pekan lalu. Duh! 
Kamera CCTV yang dipasang di salah satu blok kawasan tersebut memperlihatkan si pengendara motor tiba-tiba menarik tas Tan dari belakang. Hal itu menyebabkan wanita lanjut usia itu terjatuh dan kepalanya menghantam aspal. 
Parahnya, dari rekaman CCTV itu juga terlihat bahwa 10 orang pejalan kaki yang melintas dekat korban tidak melakukan apapun saat korban pingsan di jalanan selama sekitar 7 menit! Sampai akhirnya ada orang yang melapor ke polisi sehingga polisi pun bergegas menolong korban.

Setelah dilarikan ke umah Sakit Penang, Tan dinyatakan meninggal pada pukul 15.45 waktu setempat atau sekitar 9 jam setelah insiden pencopetan itu. 
Kepolisian George Town hingga kini belum mendapatkan petunjuk mengenai pelaku pencopetan tersebut. "Kami masih nihil mengenai tersangka. Mereka yang punya informasi bisa menghubungi kantor polisi terdekat," kata pejabat kepolisian George Town, Gan Kong Meng. 
Kepolisian telah mendapatkan rekaman CCTV di kawasan tersebut untuk digunakan dalam membantu penyelidikan atas kasus ini. 

Tiada ulasan: