Jumaat, November 23, 2012

Indonesia Dilanda Demonstrasi Buruh, Syarikatnya Mahu Lari Ke Malaysia


Indonesia berbangga dengan demokrasinya apabila mengungkap negara itu bebas berdemonstrasi berbanding Malaysia. Tetapi apa untungnya?

Demo buruh yang berlanjutan seminggu di Jakarta sehingga puluhan ribu orang membanjiri jalanan dengan berbagai tuntutan, antaranya, menuntut gaji minimum RM770 sebulan, nampaknya memberi tamparan hebat kepada negara tersebut. Beberapa syarikat didapati mahu memindahkan operasi mereka ke Malaysia.

Awal tahun ini, masyarakat Indonesia mengancam untuk memboikot penggunaan Blackberry kerana RIM memilih membangunkan kilangnya di Pulau Pinang walaupun jumlah pengguna Blackberry di negara tersebut berpuluh kali ganda dari di Malaysia.

Tetapi mereka nampaknya masih gagal melihat sebab apakah pelabur luar takut untuk melabur di negara tersebut. Demo, demo, demo. Demo la ni tak supo mulo.


Sofjan Wanandi: UMP Tinggi, Perusahaan di Indonesia akan Kabur ke Malaysia

Rista Rama Dhany - detikfinance
Kamis, 22/11/2012 13:46 WIB


Jakarta - Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sofjan Wanandi mengungkapkan beberapa perusahaan di dalam negeri bakal kabur tahun depan ke Malaysia. Hal ini akibat tingginya upah buruh dan maraknya demonstrasi buruh di Indonesia.

"Akan terjadi (kabur ke Malaysia), beberapa perusahaan sudah mengungkapkan keinginan tersebut kepada saya, tapi mereka minta ke saya agar jangan diungkapkan nama perusahaannya," kata Sofjan ketika dihubungidetikFinance, Kamis (22/11/2012).

Dikatakan Sofjan, kaburnya perusahaan dari Indonesia ke Malaysia itu akan terjadi pada 2013. "Penyebabnya salah satunya karena upah buruh yang cukup tinggi dan seringnya buruh demonstrasi, jadi mereka frustasi dan mau kabur tahun depan," ujarnya.

Selain itu, lanjut Sofjan, akibat upah dan seringnya buruh mereka demonstrasi, makin membuat produk mereka tidak bisa kompetitif untuk bersaing dengan barang-barang impor yang membanjiri Indonesia.

Hal ini diperparah tidak adanya kepastian hukum di Indonesia membuat pengusaha kebingungan. "Apalagi di Indonesia ini tidak ada kepastian hukum, pengusaha bingung," tandas Sofjan.

Tiada ulasan: