Rabu, Jun 11, 2014

Polis Jawa Barat tuduh pelajar Malaysia reka cerita konon dirogol


Bandung - Polda Jabar menyebut kasus pemerkosaan mahasiswi Malaysia sebagai sebuah rekayasa. Polisi menduga korban bohong dan mengaku-ngaku diperkosa. Polisi berlandaskan pada hasil visum dan pemeriksaan di lokasi. Tapi ada misteri yang tersisa, apa?

Motif korban melakukan tindakan itu semua masih belum terungkap. Cukup aneh juga korban asal Malaysia, dini hari mendamparkan diri di Cikole, Lembang. 

Apalagi Keterangan Tata Sumitra, pedagang kopi di Cikole yang menemukan korban pada 17 Mei dini hari memberi kesaksian kalau korban dalam kondisi lemas dan kedinginan. Korban berjalan tertatih dan menangis. Sweater abu-abu yang dipakai korban juga terikat di leher.

"Dia melambaikan tangan meminta tolong. Pakai baju lengkap, jeans, kaos item, sweater diikat di leher. Tangannya sudah dingin, lemas tidak bisa berdiri," urai Tata saat ditemui di Lembang, Selasa (10/6/2014).

Tata juga kemudian membawa korban ke rumah sakit untuk mendapat perawatan. Dini hari itu dia mencarter angkot untuk membawa korban. "Saya nggak mau repot, kalau memang ini cuma bohongan. Yang penting saya mah menolong saja," urai Tata.

Polisi memang sudah menegaskan bahwa keterangan tambahan akan dimintakan ke korban di Malaysia. Polisi akan mengirim tim. Tentu informasi soal motif korban dan perjalanan sampai ke Lembang mesti dikuak.

Ibu kos korban di Jatinangor, Elly juga menyampaikan bahwa korban selama tinggal di kos sejak Februari tidak pernah keluar malam. Hanya sekali saja keluar dan itu dengan teman-temannya.


Tiada ulasan: