Selasa, Ogos 19, 2014

Jambatan Selat Sunda belum terbina, Indonesia tolak idea Jambatan Selat Melaka




Jakarta -Pemerintah Indonesia mendapat tawaran dari Malaysia untuk mengembangkan kawasan Selat Sunda dengan langkah awal pembangunan jembatan dari Dumai-Malaka. Namun proyek tersebut tidak jadi direalisasikan.

Demikian diungkapkan Wakil Menteri Pekerjaan Umum (PU) Hermanto Dardak dalam seminar infrastruktur di Hotel JW Marriot, Jakarta, Selasa (19/8/2014).

"Kita mendapat tawaran membangun kawasan Selat Sunda dengan pembangunan Dumai ke Malaka. Tapi kita tidak menginginkan hal tersebut," tegasnya.

Fokus pemerintah, kata Hermanto, adalah percepatan pembangunan infrastruktur dalam negeri. Misalnya untuk menghubungkan antara Sumatera dan Jawa.

"Sebelum Dumai-Malaka, kami berpendapat mestinya Jawa-Sumatera terhubung duluan," kata Hermanto.

Pemerintah sudah memiliki rencana untuk membangun Jembatan Selat Sunda dan kawasan di sekitarnya baik di sisi Banten maupun Lampung. Namun proyek ini masih membutuhkan banyak waktu.

Namun intinya, Hermanto menyatakan fokus pemerintah adalah membangun infrastruktur di dalam negeri sebelum menghubungkan dengan negara lain. "Sebelum ada infrastruktur dengan luar negeri, lengkapi dulu yang di sini," tuturnya.


​Cadangan Jambatan Selat Sunda yang menghubungkan Pulau Jawa dan Pulau Sumatera telah digagaskan sejak zaman dahulu lagi namun masih tidak terlaksana.