Khamis, November 20, 2014

Menangani pencerobohan nelayan asing di Indonesia, Jokowi suruh karamkan bot, Susi suruh bakar bot

Presiden Indonesia yang baru dilantik Joko Widodo dalam satu ucapannya Selasa lalu menyebut untuk memberi serik kepada nelayan penceroboh perairan mereka, kapal-kapal nelayan penceroboh perlu dikaramkan. Ia disambut dengan gelak tawa hadirin dalam majlis yang dihadirinya.

"Tetapi sebelum itu diselamatkan dulu nelayannya." ujar Joko Widodo. Tindakan ini disebut selang sehari selepas Tentera Laut Indonesia menahan 3 bot nelayan yang dikatakan dari Malaysia di perairan Kalimantan Timur.

Sementara itu, Menteri Perikanan dan Kelautan Indonesia, Susi Pudjiastuti pula terlebih dahulu mengideakan cara lain. Iaitu membakar bot-bot nelayan yang menceroboh perairan mereka. Menurut Susi, bot-bot nelayan itu perlu disita, nelayan-nelayan perlu ditahan, dan botnya perlu dibakar beberapa buah bagi mendatangkan rasa serik.

Komen-komen pembaca pula ada yang tidak bersetuju dengan perlakuan tersebut dengan rata-rata mengesyorkan bot-bot itu dirampas dan diberikan kepada nelayan tempatan.

Dalam kedua-dua hal ini, Joko Widodo dan Susi Pudjiastuti TIDAK menyebutkan secara khusus sasaran tersebut kepada nelayan Malaysia kerana sikap berhati-hati yang yang diambil namun secara faktanya, kebanyakan bot nelayan yang 'menceroboh' perairan mereka adalah dari Malaysia diikuti dari Vietnam dan Thailand.

Nampaknya langkah serupa mungkin boleh digunakan untuk mengatasi penyeludupan warga mana-mana negara secara haram ke Malaysia. Yang penting, selamatkan dahulu orangnya.



Selasa, 18/11/2014 12:27 WIB

Soal Illegal Fishing, Jokowi: Tenggelamkan Saja 100 Kapal Mereka, Biar Mikir

Rivki - detikNews

Jakarta - Presiden Joko Widodo menyatakan negara kehilangan Rp 300 triliun dari sektor perikanan, karena illega fishing. Jokowi pun meminta agar kapal-kapal maling ikan ditenggelamkan supaya para maling ikan kapok.

"Saya sampaikan kemarin, sudahlah enggak usah tangkep-tangkepan. Langsung tenggelamkan 10 atau 20 baru nanti mikir," ujar Jokowi di hadapan peserta didik Lemhanas di Istana Merdeka, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta, Selasa (18/11/2014).

Jokowi menegaskan, hal seperti illegal fishing bila tidak ditindak tegas maka ini berulang-ulang negara akan kehilangan income-nya. Oleh karena itu Jokowi butuh langkah tegas.

"Tapi sebelum tenggelamkan orangnya selamatkan dulu. Tenggelamkan 100 kapal biar nanti yang lain mikir," ujar Jokowi disambut tawa.

Jokowi mengatakan, TNI AL juga sudah maksimal dalam pengawasan perairan. Seharusnya TNI AL bisa tangkap ratusan bahkan ribuan kapal, tapi itu tidak bisa dilakukan karena kendala BBM.

"Ini (masalah BBM) yang akan saya bicarakan dengan Panglima dan KSAL," ujarnya.



Bikin Pencuri Ikan Kapok: Susi Minta Kapal Dibakar, Jokowi Ditenggelamkan

Wahyu Daniel - detikfinance
Selasa, 18/11/2014 13:11 WI

Jakarta -Pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) serius dalam memberantas pencurian ikan atau illegal fishing di Indonesia. Jokowi dan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti punya usul agar para pencuri ikan kapok.

Hari ini, Presiden Jokowi menyatakan, negara kehilangan pendapatan Rp 300 triliun dari sektor perikanan. Ini karena illegal fishing di Indonesia. Soal cara membuat pencuri ikan kapok, Jokowi meminta agar kapal-kapal maling ikan ditenggelamkan supaya para maling ikan kapok.

"Saya sampaikan kemarin, sudahlah enggak usah tangkap-tangkapan. Langsung tenggelamkan 10 atau 20 baru nanti mikir," ujar Jokowi di hadapan peserta didik Lemhanas di Istana Merdeka, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta, Selasa (18/11/2014).

Jokowi menegaskan, hal seperti illegal fishing bila tidak ditindak tegas, maka ini berulang-ulang negara akan kehilangan pendapatannya. Oleh karena itu Jokowi butuh langkah tegas.

"Tapi sebelum tenggelamkan orangnya selamatkan dulu. Tenggelamkan 100 kapal biar nanti yang lain mikir," ujar Jokowi disambut tawa.

Sebelumnya, saat blusukan ke kampung nelayan di Pulau Derawan, Berau, Kalimantan Timur (Kaltim), Susi Pudjiastuti mendengar soal kabar pencurian ikan oleh nelayan dari kapal asing. Susi meminta aparat menahan nelayan, dan menyita sekaligus membakar kapal.

"Kejar. Bakar itu kapal. Biar kapok. Orangnya jangan dibakar, tapi ditahan," ungkap Susi, Minggu malam (16/11/2014).

6 ulasan:

Tanpa Nama berkata...

Kalau macam tu pendatang2 haram ke Malayasia cmna? Patut dikaramkan juga ke?

Tanpa Nama berkata...

Kite bakor je....

Tanpa Nama berkata...

Macam ni lah baru dinamakan pemimpin menjaga kepentingan negara untuk diwarisi generasi akan datang. Kerajaan kita mengambil pendekatan wasatiyah kesederhanaan yg dah nampak merugikan org melayu dan negara. Hingga negara mudah dibanjiri beribu pendatang tanpa izin yg begitu bebas masuk ke negara ini.

Tanda2 negara dijajah semula telah nampak bila kita terlalu tunduk kepada negara tertentu dan merujuk segala oermasalahan dakam negara kepada mereka. Nasiblah generasi melayu akan dtg sama ada mereka mempunyai peluang mewarisi negara ini untuk mereka tadbir atau jatuh kepada bangsa pendatang seperti jatuhnya kerajaan melaka kepada portugis kerana terlalu sikap wasitiyah berlembut dan berbudi bahasa tanpa menyedari baik mereka ada makna. Mungkinkah sejarah akan berulang lagi.

Tanpa Nama berkata...

korang tak payah sibuk2...aku setuju jer dgn pendapat pemimpin indonesia tu..
perairan org,buat apa ceroboh?
lagi satu.. bot2 laut dlm tu org melayu ke cina punya?
nak kata aku racist? katalah..peduli apa aku..aku memang racist

Tanpa Nama berkata...

Yang merompak perairan indonesia ni adalah kapal laut dalam adalah bangsa cina yg menggunakan pukat tunda. Pukat tunda ini diharamkan di indonesia. Perlu diingat sekitar tahun 2000 sebuah kapal nelayan malaysia berbangsa cina telah ditembak oleh tentera laut indonesia kerana menceroboh perairan indonesia. Nelayan terbabit mendakwa ia berada di perairan antarbangsa, ironinya kenapa dia tidak membuat panggilan SOS sewaktu kejadian. Disini kita dah boleh agak apek ni memang menipu kedudukan sebenar beliau berada kerana sekiranya signal SOS dihidupkan sudah pasti kedudukan sebenar diperolehi. Sekian terimakasih

Tanpa Nama berkata...

Aku pun setujy dengan Jokowi...mana-mana bot haram..Indin atau malaysia...PATI ke...tembak terus...bagi tenggelam..bukan bot saja...orang sekali...aku yakin..PATI tak akan naik ke malaysia lagi...