Khamis, November 29, 2012

Indon Tunjuk Berani Bakar Bendera Malaysia di Bukit Jalil


Media Indon menyiarkan dengan kecoh kes penyokongnya dipukul oleh penyokong Malaysia. Namun mereka tidak melaporkan punca insiden tersebut.


Tetapi, yang kecoh di facebook ternyata kejadian membelasah itu berpunca dari tindakan penyokong Indon yang DENGAN BIADAP DAN BESAR KEPALA membakar bendera Malaysia di Bukit Jalil semalam.

Namun seperti biasa media haram jadah mereka tidak menghuraikan sebab dan punca ini. Seperti biasalah, seboleh-bolehnya, mereka akan sorok, dan akan bersikap bias. Itu kan sikap sebenar Indon. 

Contohnya kes pembunuhan dua Madura di Gombak minggu lalu yang dilakukan oleh Indon sendiri. Media mereka sedaya upaya menggambarkan pembunuhan tersebut dibuat oleh orang Malaysia dan PEMBACA PEMBACA TOLOL mereka mula menyerang negara ini dengan kata-kata.

Inilah akibat dari sikap rakyat negara sendiri yang tidak reti menghormati bendera negara sendiri. Dengan mudah sahaja Indon-Indon ini melakukan sesuka hati.


Kamis, 29/11/2012 06:42 WIB

Ini Kronologi Pemukulan Sagir Alva di Stadion Bukit Jalil Versi KNPI

Rini Friastuti - detikNews


Jakarta - Usai menyaksikan pertandingan Indonesia vs Singapura, Ketua KNPI Malaysia, Sagir Alva, mengaku dipukul orang tidak dikenal di luar Stadion Bukit Jalil, Malaysia, Rabu (28/11) kemarin. Sagir terkenal pukulan di bagian wajah dan kuping. Berikut kronologi pemukulan Sagir seperti yang dituturkan Sekretaris KNPI Malaysia Tengku Adnan.

"Usai pertandingan Indonesia vs Singapura, suporter Indonesia keluar stadion. Di luar stadion, Sagir tengah berbincang dengan wartawan Metro TV dan Kompas TV. Tiba-tiba ia dipukul hidung dan telinga kanannya oleh suporter Malaysia. Bukan hanya Sagir, tetapi salah satu pengurus KNPI lainnya juga dipukul oleh mereka berkali-kali dengan jumlah orang yang banyak. Bahkan beberapa TKI juga ikut dipukuli oleh mereka," kata Tengku Adnan dalam siaran pers yang diterima redaksi, Kamis (29/11/2012).

"Sebenarnya kami juga tidak tahu kenapa mereka (suporter Malaysia) tiba-tiba mengusir dan memukuli suporter Indonesia. Padahal di dalam stadion sedang berjalan pertandingan Malaysia vs Laos. Setelah dipukuli Sagir dan teman-teman lainnya berlarian dan dikejar oleh mereka, tetapi Sagir sempat selamat melarikan diri dan langsung naik train (kereta) pulang ke Kajang lalu membuat laporan Polisi di Balai (kantor) Polisi Sungai Tangkas. Sedangkan salah satu pengurus KNPI lainnya membuat laporan polisi di daerah Bangi tetapi laporannya tidak dapat diterima karena tidak ada bukti," lanjut Adnan.

Lebih lanjut, KNPI Malaysia menuntut Pemerintah Malaysia untuk meminta maaf kepada Pemerintah Indonesia atas peristiwa ini. Selain itu Adnan berharap agar pelaku dapat segera menyerahkan diri.

"Kami menuntut Pemerintah Malaysia khususnya FAM untuk meminta maaf atas kejadian ini karena di Indonesia belum pernah terjadi pemukulan suporter Malaysia," tuturnya.

"Kami juga berharap kepada Supporter Timnas Indonesia di Malaysia untuk tetap tenang dan jangan terpancing emosi karena kasus ini. Kita harus tetap menjaga nama baik bangsa dan negara di mana pun itu. Jangan ada tindakan balas dendam dan kita serahkan sepenuhnya kepada Polisi Diraja Malaysia untuk mengusut tuntas dan menindak para pelaku," tutupnya.

Tiada ulasan: