Isnin, November 26, 2012

Ketika Penyokong Indonesia Menjadi Penyokong Singapura


Catatan dari Kuala Lumpur

Ketika Gawang Malaysia Bobol dan Pendukung Indonesia Bersorak

Rossi Finza Noor - detikSport
Senin, 26/11/2012 13:38 WIB


Kuala Lumpur - Masih ada cerita tersisa dari hari pertama perhelatan Grup B Piala AFF di Kuala Lumpur. Rivalitas antara Indonesia dan Malaysia ternyata masih ada, dan itu terlihat dari suporter kedua tim.

Cerita-cerita sebelumnya terwujud pada Indonesia, finalis turnamen sebelumnya, tampil tidak istimewa. 'Tim Merah-Putih' tampak rapuh di lini belakang sehingga Laos, yang banyak melakukan serangan balik pendek, mampu mencetak dua gol.

Pada pertandingan yang sama, muncul juga cerita Raphael Maitimo, pria 28 tahun yang baru beberapa hari sebelumnya mendapatkan paspor Indonesia. Tak pelak, laga melawan Laos itu menjadi laga internasional pertamanya. Cerita ini berakhir cukup menyenangkan: Maitimo langsung mencetak gol.

"Saya bahagia bisa mencetak gol itu. Tapi, hal yang paling penting adalah penampilan tim, dan sayang kami tidak menang," tutur pemain berdarah Belanda itu.

Ada satu lagi yang unik dari laga Indonesia vs Laos, dan itu terjadi ketika suporter Malaysia tiba-tiba jadi pendukung Laos dadakan. Suporter beratribut kuning-hitam itu menempati sisi timur tribun Stadion Bukit Jalil dan kerap berteriak "huuu.." ketika para suporter Indonesia, yang menempati tribun bagian selatan, menyanyikan chant-chant untuk menyemangati pemain.

Selanjutnya bisa ditebak, ketika Laos dua kali unggul, para pendukung Malaysia juga ikut bertepuk tangan.

Yang terjadi selanjutnya kemudian seperti sebuah balasan. Malaysia, sang juara bertahan, tak kuasa menghadapi gempuran Singapura dan gawang mereka bobol dua kali di babak pertama. Bagi pendukung Indonesia yang belum meninggalkan Bukit Jalil, ini adalah pemandangan menyenangkan. Kali ini, giliran suporter beratribut merah-putih itu yang bersorak.

Para suporter Indonesia pun mendadak jadi suporter Singapura dadakan selama babak pertama. Kebetulan, warna yang dikenakan mereka sama dengan warna yang dikenakan pendukung Singapura yang cuma segelintir: merah.

Ketika babak pertama habis dan Malaysia tertinggal 0-2, para suporter Indonesia memutuskan untuk pulang. Hanya tinggal tersisa sedikit yang masih tinggal. Tribun selatan pun lengang.

Mereka tidak melihat Singapura mencetak satu gol lagi dan kali ini giliran sebagian pendukung Malaysia mulai meninggalkan stadion satu per satu ketika laga belum berakhir.

Kendati demikian, pelatih Singapura, Radojko Avramovic, memberikan sedikit komentar soal atmosfer di stadion semalam. "Kami hanya mencoba untuk fokus. Atmosfer di dalam stadion ini sungguh ramai dan mereka semua mendukung Malaysia."

Tiada ulasan: