Khamis, Julai 11, 2013

Apabila Sami Buddha Semakin Biadap

Sri Lanka mengikuti langkah Myanmar mengharamkan edisi terbaru majalah TIME yang mengangkat tajuk 'The Face of Buddhist Terror' yang mencungkil kisah perlakuan biadap dan keji sami-sami Buddha di Sri Lanka dan Myanmar yang semakin hari semakin keluar dari norma-norma kebuddhaan yang dikenali.

Di Sri Lanka tahun ini, kumpulan radikal Buddha yang dipimpin oleh sami-sami Buddha menyerang kepentingan-kepentingan umat Islam seperti masjid dan kedai-kedai milik Muslim kerana hanya memprotes pensijilan halal.

Di Myanmar sejak tahun lalu, para sami-sami yang bagai dirasuk syaitan melakukan upacara beramai-ramai bagi menyokong penghapusan etnik Rohingya di negara tersebut.

Rakyat negara ini perlu lebih peka dan andai kata sentimen ini merebak masuk,  sebarang tindak balas umat Islam di negara ini atas nama menjaga kepentingan Islam yang tidak mampu diangkat oleh satu pun parti politik di negara ini sama ada pihak pemerintah (yang membabi buta menjilat punggung kerajaan Burma) dan pembangkang (yang telah kenyang minum air suci DAP) perlulah difahami punca akar persoalan.



Selasa, 02/07/2013 17:36 WIB

Ikuti Myanmar, Sri Lanka Larang Edisi Time 'The Face of Buddhist Terror'

Rita Uli Hutapea - detikNews

Colombo, - Mengikuti langkah Myanmar, pemerintah Sri Lanka juga melarang edisi 1 Juli majalah terkemuka Time. Ini terkait artikel sampul majalah tersebut mengenai sosok biksu Buddha Myanmar yang menimbulkan kontroversi.

Menurut otoritas Sri Lanka, artikel tersebut bisa melukai sentimen beragama di wilayah itu.

Juru bicara departemen bea-cukai Sri Lanka, Leslie Gamini mengatakan, mereka melarangnya karena majalah itu memuat foto biksu kontroversial Myanmar tersebut dengan headline "The Face of Buddhist Terror".

"Dengan operasi hukum, majalah-majalah tersebut akan disita," kata Gamini kepada kantor berita AFP,Selasa (2/7/2013).

"Kami tidak mengizinkan edisi ini didistribusikan di Sri Lanka karena kami rasa itu akan melukai sentimen beragama rakyat," imbuhnya.

Sri Lanka yang penduduknya mayoritas penganut Buddha, merupakan negara kedua setelah Myanmar yang melarang peredaran edisi 1 Juli majalah Time. Namun versi online majalah tersebut masih bisa tersedia di Sri Lanka.

Ketegangan religius terjadi di Sri Lanka tahun ini setelah sebuah kelompok radikal Buddha menolak sertifikasi halal pada makanan di negeri itu. Beberapa masjid serta tempat-tempat usaha milik warga muslim, menjadi target serangan para radikal Buddha, yang kadang kala dipimpin oleh biksu-biksu Buddha.

Beberapa waktu lalu, Presiden Sri Lanka Mahinda Rajapakse, seorang penganut Buddha, menyerukan para biksu untuk tidak membangkitkan kebencian beragama dan kekerasan.

1 ulasan:

Tanpa Nama berkata...

Dulu saya tersilap, risau kalau Malaysia di banjiri pelarian! Tapi, memang wajib Malaysia sebagai NEGARA ISLAM ambil mana-mana pelarian Islam (pastikan mereka betul-betul Islam), apalagi masyarakat Rohingya dan selatan Thailand memang makin dibunuh dengan kejam, oleh PENGGANAS yang disyaki di taja oleh CIA-Mossad-MI6; yang sebagai biasa menggunakan agama sebagi senjata untuk membunuh orang Islam dan menawan tanah mereka (disyaki puak Kristian Zionis yang menyamar sebagai kaum Buddha, mengetuai dan menghasut penganut Buddha untuk membunuh kaum Islam Rohingya dan selatan Thailand). Sebabnya negeri yang majoriti kaum Islam Rohingya, Rakhine dan selatan Thailand penuh minyak-gas(fahaman evangelis Kristian Zionis ialah doktrin gabungan Kristian Protestant palsu dan pengganas Yahudi Zionis, SENJATA politik merbahaya yang mempergunakan agama, oleh penjajah Barat-Israel melalui CIA-MI6-Mossad-NATO - untuk menjatuhkan Islam/umatnya, dan menjajah Palestin selamanya untuk memecahbelahkan PUSAT Islam di Timur Tengah, termasuk Mekah di masa hadapan dan seluruh negara-negara Islam yang kaya minyak-gas).

Di Israel juga, PENJAJAH GANAS Yahudi yang asyik bunuh, penjara dan menindas BUMIPUTERA Islam Palestin, termasuk dengan mengambil hanya imigran Yahudi yang jutaan, dari merata cerok, dan memberi hak istimewa termasuk perumahan dan pendidikan, untuk bangsa Yahudi dari askar (yang tiada Bumiputera Islam Palestin) – tak juga dihentam si pencinta “demokrasi dan hak asasi manusia” dari Barat (kononnya – bahkan Israel si penjajah ganas ini adalah sekutu kuat si Barat hipokrit laknat)!

Juga rejim PENDATANG Cina PENJAJAH GELOJOH Singapura yang menindas BUMIPUTERA Melayu/Islam – termasuk dengan mengambil hanya jutaan imigran Cina dan Kristian, juga dibela oleh sekutu kuatnya, si Barat-Zionis!

Dan di Barat-Israel, termasuk di Eropah dan Amerika Utara terutamanya di Jerman, mereka terang-terangan mengamalkan polisi mengambil hanya pelarian Kristian sekarang, contohnya dari Syria. Maka, si HIPOKRIT ganas dari negeri-negeri Barat-Israel ini tahu nak paksa negara Islam amalkan ala Barat-Zionis, demokrasi, hak asasilah, persamaan hak semua bangsa-jantina- agamalah, hak asasi homoseksuallah dan segala macam lagi sampah PENIPUAN mereka – tapi jangan haraplah mereka lakukan secara mutlak (absolute), di Barat-Israel, kecuali kalau jaga yang homoseksual belebih-lebih sampai rakyat dia pun ramai dah marah! Dan merekalah yang terus membunuh umat Islam sesuka hati, seperti yang disebutkan di atas!

Dan bila Malaysia ini juga dah DIJAJAH jadi “greater Israel” di Timur, yang merangkumi gabungan Singapura, dan Malaysia dan Indonesia yang keduanya penuh minyak-gas bertimbun, baru padan muka anak-anak Melayu/Islam yang mencium kaki nanah berkudis penjajah Barat-Israel dengan sekutu mereka dari DAP/Red bean militia/PKR!

Dan lagi, si Ban Ki-moon (bekas Menteri Luar Korea Selatan yang pro-US) dari UN dan birokrasinya, rata-ratanya pro-Barat-Zionis! Maka kita dari dunia Islam dan “ Dunia Ketiga“ , janganlah sampai takut sangat pada gertakan “demokrasi/hak asasi manusia” SAMPAH Barat-Zionis!

Maka janganlah ikut cakap si dalang dari UPKO yang sekarang galak nak suruh buat penarikan balik SEMUA IC dari pelarian-pelarian dan pekerja-pekerja Islam di Sabah – PM/KM Sabah/UMNO jangan tunduk!

MAKCIK Tempurung – Pertahan Islam dan umatnya, UMNO/PM/Raja-Raja Melayu/Bahasa Melayu/K‘jaan BN, hak BUMIPUTERA Melayu dan BUMIPUTERA lain; dan hak orang miskin dari semua bangsa yang hormat Islam dan umatnya, serta bangsa dan hak Bumiputera.

(PERHATIAN TERBARU: ada PENYAMUN penakut disyaki dari PENGGANAS/SAMSENG DAP/PKR/Red Beans militia durjana yang sekarang meniru gelaran saya sebagai “Pakcik/MAKCIK Tempurung/Temporung” untuk mengelirukan pembaca – mereka juga telah menyamar dengan identiti dan tulisan saya kononnya saya benci dan nak menggulingkan PM kita, dan juga saya seolah bersikap lucah, dan saya telah repot terus ke KDN dan Wanita UMNO!)