Selasa, September 02, 2014

2 polis Indonesia ditangkap di Kuching bersama 6 kg syabu

Susulan penangkapan 2 anggota polis Indonesia, AKBP Idha Endri Prastiono dan Bripka MP Harahap di Kuching, Sabtu (30/8) lalu, berkaitan penemuan syabu sebanyak 6 kg bersama mereka menggemparkan institusi kepolisan negara jiran. Pihak berkuasa di sana tidak senang duduk dalam menantikan proses reman 7 hari yang perlu dilalui oleh kedua-dua tertuduh kes ini. Walaubagaimanapun pihak polis Indonesia mengakui menghormati proses undang-undang di Malaysia dan menyerahkan tertuduh untuk dihukum mengikut undang-undang Malaysia sekiranya terbukti bersalah.


Jakarta - AKBP Idha Endri Prastiono aktif menulis di blog pribadinya. Dia banyak bicara soal kasus narkoba, hingga berbagai renungan relijius. Bagaimana sosok Idha Endri sebenarnya?
Blog AKBP Idha dapat diakses di endriprastiono.blogspot.com. Saat dikunjungi, Senin (1/9/2014) pukul 18.42 WIB, postingan tulisan terakhirnya dibuat pada 24 Juli 2014.
 
Idha banyak menulis soal masalah keagamaan dan kehidupan relijius. Judul-judulnya antara lain: 'Misteri injil Kuno pengungkap kerasulan Muhammad SAW', kisah jenazah yang disalati 70 ribu malaikat' dan 'bermartabat'.
 
"martabat adalah sifat atau keadaan layak, dihormati, atau dihargai. Jadi, martabat manusia menyangkut cara kita memandang diri kita maupun cara orang lain memperlakukan kita. Meskipun ada berbagai faktor yang dapat mempengaruhi perasaan kita terhadap diri sendiri, cara orang lain memandang atau memperlakukan kita sangat berperan untuk menentukan harga diri kita dalam kehidupan sehari-hari.
 
Di setiap masyarakat terdapat golongan yang miskin, orang-orang yang tidak berdaya, dan lemah. Meskipun seseorang dalam keadaan demikian, tidak berarti ia harus kehilangan martabatnya. Sikap dan reaksi orang lainlah yang dapat merongrong martabat seseorang. Kenyataan yang menyedihkan ialah bahwa orang yang kurang beruntung sering kali menjadi korban yang haknya untuk memiliki martabat dilecehkan atau diinjak-injak. Betapa sering kita mendengar kata-kata seperti "orang tak berguna", "sampah masyarakat", dan "orang sial", dalam kasus-kasus perlakuan yang sewenang-wenang terhadap para lansia, kaum miskin, atau penyandang cacat mental atau fisik," demikian cuplikan dari tulisannya berjudul 'Bermartabat'.
 
Tidak hanya itu, AKBP Idha juga kerap menulis soal masalah-masalah kepolisian. Misalnya, ada postingan berjudul 'Polisi Bagi Kalbar' dan 'Pentingnya Kepolisian dalam sebuah negara'.
Dia juga memajang sejumlah fotonya bersama sang istri serta beberapa kasus narkoba yang pernah diungkapnya. Wajah para tersangka tak sedikit juga yang ditampilkan oleh pria yang memiliki sederet masalah selama bertugas ini.

Senin, 01/09/2014 16:04 WIB
Kapolri Jenderal Sutarman Sebut AKBP Idha 'Troublemaker'
Jakarta - Penangkapan AKBP Idha Endri Prastiono dan Brigadir Harahap oleh Malaysia karena narkoba mencoreng institusi Polri. Bahkan Kapolri Jenderal Sutarman tak segan meminta anak buahnya yang disebutnya troublemaker itu dihukum berat bila terbukti bersalah. BACAAN LANJUT
 


​Idha

Tiada ulasan: