Khamis, September 18, 2014

Indonesia bakal laksana rasionalisasi subsidi

Jokowi mengatakan, dia tidak menggunakan istilah menaikkan harga BBM subsidi, namun mengalihkan anggaran subsidi.



Kamis, 18/09/2014 20:09 WIB

Jokowi: Saya Ganti Istilah Harga BBM Naik Biar OrangNggak Takut

Rista Rama Dhany - detikFinance

Jakarta - Kalangan pengusaha lewat Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) meminta pemerintahan baru Joko Widodo (Jokowi)-Jusuf Kalla (JK) menaikkan harga BBM subsidi. Apa kata Jokowi?

Di depan ratusan pengusaha anggota Apindo yang hadir, Jokowi mengatakan, dia tidak menggunakan istilah menaikkan harga BBM subsidi, namun mengalihkan anggaran subsidi.

"Mengalihkan, kita tidak pernah bicara menaikkan. (Mengalihkan) subsidi BBM ke sektor produktif, infrastruktur. Jadi bukan menaikkan, meskipun nanti harganya naik, tapi istilahnya biar orang nggak pada takut," tutur Jokowi dalam acara Roadmap Perekonomian Apindo di Hotel Four Seasons, Jakarta, Kamis (19/9/2014).

Jokowi mengatakan, saat ini anggaran pemerintah sangat mepet sisanya, sehingga ruang fiskal hampir tidak ada untuk membangun infrastruktur.

Ada anggaran subsidi Rp 443 trilun yang dialokasikan tahun depan. Belum lagi anggaran wajib yang harus disediakan, seperti untuk bayar utang, anggaran pendidikan minimal 20% dari total belanja APBN, serta anggaran gaji pegawai negeri.

"Jadi ruangnya sempit sekali," jelas Jokowi.

Karena itu, pengalihan subsidi BBM harus dilakukan, agar bisa dialihkan ke sektor-sektor yang produktif.

"Alihkan subsidi BBM ke irigasi, benih, pupuk untuk petani, mesin kapal dan solar untuk nelayan, infrastruktur yang mendukung kita produksi," jelas Jokowi yang didampingi JK.

Tiada ulasan: