Rabu, Disember 05, 2012

Kedutaan Malaysia Diancam Serangan 50,000 Binatang Demo

"Dalam 2 bulan ke depan kalau Kedubes Malaysia tidak mau menerima kita, 50 ribu orang akan kita turunkan, apapun resikonya. Panglima-panglima di wilayah rapatkan barisan, kita akan datang ke sini," teriak pendemo.

Rabu, 05/12/2012 13:19 WIB

Pendemo di Kedubes Malaysia Bubar, Lalin Kuningan Mulai Lancar

Ferdinan - detikNews



Jakarta - Pendemo dari Laskar Merah Putih membubarkan diri dari depan kantor Kedubes Malaysia. Lajur lambat yang sempat ditutup kembali dibuka untuk dilalui kendaraan.

Pantauan detikcom, puluhan pendemo membubarkan diri sekitar pukul 12.35 WIB, Rabu (5/12/2012). Jalur lambat yang diduduki pendemo sudah bisa dilewati kendaraan.

Sementara itu ratusan polisi yang berjaga di Kedubes Malaysia mulai menepi ke trotoar bahu jalan. Sebagian di antaranya bersiap meninggalkan lokasi.

Sebelumnya, para pendemo sempat ngotot untuk bertemu dengan pihak Kedubes Malaysia.

"Niat kami berbicara baik, jangan sampai kami terus teriak menghina ente," kata anggota Laskar Merah Putih menggunakan pengeras suara di depan gerbang Kedubes Malaysia, Jalan HR Rasuna Said, Jaksel, Rabu (5/12/2012).

Tapi keinginan mereka bertemu perwakilan Kedubes ditolak. "Mereka nggak mau bertemu pendemo," ujar Kapolsek Setiabudi, AKBP Lalu Muhammad Iwan Mahardan.

Meski mendapat penolakan, pendemo tetap menginginkan perwakilannya masuk ke kantor Kedubes. Dalam orasinya pendemo mengancam akan mengerahkan puluhan ribu anggota Laskar Merah putih untuk mengepung Kedubes Malaysia.

"Dalam 2 bulan ke depan kalau Kedubes Malaysia tidak mau menerima kita, 50 ribu orang akan kita turunkan, apapun resikonya. Panglima-panglima di wilayah rapatkan barisan, kita akan datang ke sini," teriak pendemo.

Laskar Merah Putih kembali menggeruduk Kedubes Malaysia untuk menuntut proses hukum terhadap 3 polisi Diraja Malaysia atas kasus pemerkosaan TKW. "Kami menuntut pengadilan Malaysia juga memulangkan kembali uang jaminan 3 polisi dan hukum setimpal-timpalnya," ujar pendemo.

1 ulasan:

Tanpa Nama berkata...

Elok juga di beritahu pula kes kes pembantu rumah yang banyak menganiya majikan mereka selama ini. Ramai yang perangai tak senonoh dan seperti pembantu rumah saya baru diusir pulang kerana saya dapat tahu dia sering keluar malam bila kami tidur bertemu kekasih (walaupun sudah bersuami di Lampung) dan pulang jam 4 pagi. ..Dan macam macam lagi. Sebenarnya mereka marah kerana Harimau Malaya kalahkan Garuda..sakit hati tak habis sejak 2 tahun lalu.

Bagaimana pula Pembantu rumah yang ramai dianiya di negara lain? Di Singapura dan Hong Kong tak boleh Solat dan Puasa. Dan di Arab Saudi lagi kes teruk-teruk. Jadi minta Laskar Merah ini juga demonstrasi di kedutaan Negara-negara ini.