Khamis, September 13, 2012

Tony Fernandes : Saya Gembira Lion Air 'Jajah' Malaysia


Sama ada bengang sambil tersenyum, sindiran kepada mana-mana pihak atau lafaz jujur dari beliau, Tony Fernandes menyebut dia mengalu-alukan 'penjajahan' Lion Air ke atas KLIA2 melalui Malindo Airways kerana dengan itu sahaja dapat membolehkan Air Asia 'menjajah' Indonesia.

Kenyataan Tony Fernandes itu ibarat tidak berminat lagi menggarap pasaran negara ini, negara di mana Air Asia dilahirkan, sejarah buruknya tercipta pada zaman ia di tangan DRB dan bagaimana ia diambilalih oleh Tony Fernandes dengan harga yang tak masuk akal.

Kenyataan itu juga ibarat mengguris hati pengguna penerbangan tersebut di Malaysia kerana pengguna di Malaysia inilah yang memberi hasil saraan operasi kepada Air Asia selama tahun awal kewujudannya sehingga ia mampu terbang mengangkut bukan warganegara dan mencecah 33 juta penumpang hari ini.

Tetapi apakan daya, Tony Fernandes terlalu banyak cerita. Jika Malindo Airways mampu memberi tambang murah setara Air Asia dengan menggunakan KLIA2 yang dikatakan mahal itu, hanya cukai lapangan terbang yang membezakan LCCT dan KLIA2. Seterusnya kelak, kita dengarkan apa reaksinya pada ketika itu.

Bos AirAsia Senang Lion Air 'Jajah' Malaysia

Herdaru Purnomo - detikfinance
Kamis, 13/09/2012 13:20 WIB
Kamis, 13/09/2012 13:20 WIB 
Jakarta - Bos AirAsia Tony Fernandes memberikan sambutan meriahnya atas kedatangan Lion Air di Malaysia. Hadirnya Lion Air justru memberikan kesempatan bagi AirAsia untuk terus berkembang di Indonesia. 


Kapasitas Lion Air dinilai akan berkurang di Indonesia dan terpecah ke Malaysia. Lion Air yang merndirikan perusahaan patungan dengan National Aerospace & Defence Industries (NADI) Malaysia bernama Malindo Airways memang direncanakan akan terbang di kawasan Indonesia-Kuala Lumpur pada Mei 2013. Hal ini merupakan pukulan bagi AirAsia yang telah menguasai Malaysia.



AirAsia telah lama bermarkas di Kuala Lumpur. Namun Tony Fernandes sendiri sebagai warga negara Malaysia justru membuka kantornya di Jakarta dan mengakuisisi Batavia Air senilai US$ 80 juta. 

"Kami sangat gembira karena mereka datang kesini (Malaysia) yang membuat kapasitas dari Indonesia berkurang. Kita bisa memberikan kenyataan untuk 'memindahkan uang' mereka dari Indonesia," kata Tony kepada The Edge Financial Daily yang dikutip AFP, Kamis (13/9/2012).



Para analis sendiri memprediksikan Malindo Airways mampu memperlambat profit AirAsia. Saham AirAsia saja sempat anjlok terendah dalam 11 bulan terakhir. 

Tiada ulasan: